• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

HKTI Kemang

by Redaksi
03/02/2022
in Opini
A A

Penulis : Doddy Irvan (Pai)

Oleh: Doddy Irvan (pai)

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kalimantan Utara berganti nahkoda. Dari H Udin Hianggio ke pundak Zainal Arifin Paliwang. Gubernur Kalimantan Utara itu akan dilantik Moeldoko, Jumat (4/2) di Jakarta. Kok bisa, Zainal terpilih menjadi Ketua HKTI Kaltara? Apakah dia orang yang tepat? Dan bgaimana masa depan pertanian Kaltara ditangannya? Berikut ulasannya.

Tulisan ini harus mundur 3 tahun kebelakang. Agar saya dapat memberikan gambaran, bahwa Zainal Paliwang adalah orang yang layak memimpin HKTI. Organisasi petani terbesar di Indonesia ini harus dipimpin orang yang faham pertanian. Faham pun sebenarnya tidak cukup. Mengutip kalimat revolusioner; “Ketua HKTI itu harus orang yang mampu mencium bau keringat petani.”

Baca Juga

ISEF 2026: UMKM Kaltara Melangkah dari Daerah ke Pasar Dunia

QRIS Cross Border

Demokratisasi Kredit Domestik Kartu Kredit Indonesia (KKI) Segmen Ritel dan Perannya dalam Menjaga Kemandirian Finansial Nasional

BI-Rate 5,75%: Menjaga Rupiah, Melindungi Pasar

Dia harus dekat. Bahkan, bersentuhan kulit. Hingga mampu mendengar dengan jernih keluhan petani. Dan merasakan tetesan keringatnya. Tanpa perantara.

Dulu HKTI Kaltara dipimpin H Udin Hianggio. Bukan karena Wakil Gubernur. Tapi H Udin Hianggio adalah praktisi pertanian. Bisa dibilang Pak Udin adalah petani yang jadi politisi. Yah, beliau petani Lada di Mangku Padi. Jadi faham urusan pertanian. Makanya Ia ditunjuk menjadi Ketua HKTI Kaltara di periode pertama.

Sedangkan Zainal bisa dilihat dari kiprahnya sejak menyandang posisi Gubernur. Hampir seluruh wilayah yang memiliki potensi pertanian Ia datangi. Berdialog dan bahkan mencarikan jalan keluar persolan yang dihadapi petani setempat. Tapi sejatinya, bukan ini yang menjadi penilaian. Jauh sebelum dia menyandang jabatan Gubernur Kaltara.

Peristiwa itu terjadi sekitar tiga tahun lalu di Jakarta. Tempatnya di salah satu kantor di kawasan Kemang Jakarta Selatan. Kantor itu dekat dengan rumahnya. Disitulah kawan saya Hiras Simorangkir bekerja. Ia dan timnya mengundang khusus Zainal yang kala itu masih menjabat Wakapolda Kaltara. Kami ingin mendengar langsung visi Zainal tentang Kaltara kedepan. Kenapa Zainal? Ya, kala itu, Zainal dianggap salah satu tokoh yang memiliki peluang maju di kontestasi Pemilihan Gubernur. Namanya tetiba masuk radar. Banyak yang penasaran. Termasuk Hiras. Saya bersama Akbar Syarif, ikut mendampingi Zainal.

Pertemuan itu berlangsung sekitar dua jam. Di kesempatan pertama, kami mendengarkan paparan Zainal. Isinya mencengangkan. Jika di persentase, hanya 20 persen bicara politik dan keamanan, sesuai latar belakangnya sebagai polisi. Sisanya 80 persen, Zainal membahas sektor riil. Pertanian dan perikanan.

Ini tokoh unik. Biasanya, calon politisi membahas materi yang dikuasainya. Harusnya, Zainal lebih banyak berbicara soal keamanan. Seperti penanganan narkoba atau sejenisnya. Namun dia begitu faseh bicara pertanian. Ia seperti seorang petani bukan polisi.

Zainal memaparkan potensi pertanian. Dipetakan per daerah. “Malinau dan Bulungan harus menjadi lumbung padi. Nunukan dan KTT pusat tanaman sayur dan buah-buahan. Biarlah Tarakan menjadi pusat perdagangan perikanan dan jasa,” jelasnya kala itu.

Kami yang mendengar penjelasannya saling berpandang mata. Tercengang. Ada loh ternyata polisi yang begitu mendalami soal pertanian. Zainal menganggap, pertanian itu seperti mutiara yang terbenam dalam lumpur. Belum mendapat perhatian pemerintah. Padahal sektor ini punya potensi besar.

“Tanah kita luas. Subur. Tapi lihat berapa anggaran pemerintah untuk pertanian?” tanyanya dengan tatapan kosong.

Ia seperti tidak mampu menolak mengkaitkan pertanian dengan politik. Mungkin dalam hatinya berontak. Zainal sadar, para petani yang mencangkul di ladang itu butuh perhatian. Tapi forum itu bukan tempatnya mengkritisi kebijakan pemerintah. Namun Ia tidak bisa hindari.

“Saya sedih melihat petani. Mereka bekerja setiap hari hanya untuk memenuhi kebutuhan perut. Petani kita masih miskin. Dimana pemerintah. Mereka alfa,” keluhnya.

Saya yang ditugaskan memandu forum itu mencoba menetralisir. Sebab Zainal lama terdiam. Dia sepertinya tidak mampu memilih kata-kata yang tepat menggambarkan kekecewaannya. Saat saya bicara dia kalimat, Zainal kembali memotong. Nada suaranya kini meninggi.

“Kalau Allah menakdirkan saya menjadi pemimpin di Kaltara, pertanian akan menjadi fokus saya. Tidak ada lagi petani miskin,” tegas Zainal sambil memukul meja.

Suasana hening tiba-tiba berubah renyah. Kami kaget. Akbar Syarif yang berada di sebelahnya berteriak. “Hidup Zainal. Hidup petani.”

Saya menghela nafas panjang. Pertemuan itu hampir mencapai titik yang diinginkan. Ternyata Zainal bukan calon politisi kaleng-kaleng. Yang hanya mengandalkan seragam polisinya. Dia punya sikap dan visi yang jelas. Terutama di sektor pertanian. Gambaran kami tetang sikapnya yang kaku pun sirna.

“Masuk ini barang. Gak nyangka gue, ternyata dia ngerti juga soal pertanian. Gue pikir dia cuma jago nangkap orang,” kata Hiras mengomentari hasil pertemuan itu.

Gak berasa, waktu beranjak petang. Perut mulai keroncongan. Kami pun bergeser nyari makanan. Pilihannya banyak. Maklum kami ada di seputaran Kemang. Pusat kuliner di Selatan Jakarta. Tapi pilihannya tetap, Coto Makassar Ampera. Kami tau, Zainal pasti kangen Coto kampung halamannya. Kuah coto itu sejenak menjadi pilipur lara hatinya yang galau.

Saya pun menjadi lega. Memang tidak ada kesepakatan apa pun dalam pertemuan itu. Tapi, kami menganggap Zainal dapat dijadikan kawan seiring-sejalan. Walau di perhelatan Pilgub akhirnya kami berbeda pilihan. Tapi untuk memimpin HKTI Kaltara, Zainal adalah pilihan pertama. Karena memori kami seperti kembali pada pertemuan di Kemang itu.

H Udin Hianggio, Ketua sebelumnya setuju. Hiras juga ikut meyakinkan DPN dan Ketum Moeldoko. Saya sebagai Sekretaris Dewan Pengurus Provinsi bertugas menyiapkan Musprov. Zainal pun terpilih secara aklamasi, tahun lalu. Walau pun saya akhirnya “tercoret” dari komposisi pengurus saat ini, no problem. Tetap ikhlas dan optimis. HKTI sudah berada di jalur yang tepat. Biarlah saya melihat pelantikan dari kejauhan.

Saya yakin, Zainal akan mampu membawa Kaltara menjadi lumbung pangan. Merebut pasar Ibu Kota Nagara (IKN) Nusantara. Dan bisa memenuhi kebutuhan pangan Kawasan Industri Hijau (KIH) Mangku Padi dan PLTA. Dan dia tetap mampu menghirup bau keringat petani.

Selamat bertugas Pak Ketua. (***)

Tags: borneoFbFokusborneofokusborneoHKTIHKTI kaltaraOpini

Berita Lainnya

ISEF 2026: UMKM Kaltara Melangkah dari Daerah ke Pasar Dunia
Ekonomi

ISEF 2026: UMKM Kaltara Melangkah dari Daerah ke Pasar Dunia

21 Oktober 2026 00:05
QRIS Cross Border
Energi

QRIS Cross Border

13 Oktober 2026 21:08
Demokratisasi Kredit Domestik Kartu Kredit Indonesia (KKI) Segmen Ritel dan Perannya dalam Menjaga Kemandirian Finansial Nasional
Ekonomi

Demokratisasi Kredit Domestik Kartu Kredit Indonesia (KKI) Segmen Ritel dan Perannya dalam Menjaga Kemandirian Finansial Nasional

6 Oktober 2026 11:06
BI-Rate 5,75%: Menjaga Rupiah, Melindungi Pasar
Ekonomi

BI-Rate 5,75%: Menjaga Rupiah, Melindungi Pasar

30 September 2026 17:48
Mengubah Tradisi Ospek: Wajah Baru PKKMB Politeknik Bisnis Kaltara yang Humanis dan Edukatif
Opini

Mengubah Tradisi Ospek: Wajah Baru PKKMB Politeknik Bisnis Kaltara yang Humanis dan Edukatif

13 September 2026 17:24
Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara
Ekonomi

Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara

11 September 2026 12:03
Next Post

Dugaan Korupsi KH Masuk Tahap 2 di Kejaksaan Negeri Tarakan

Alokasi APBN Untuk Kaltara Prioritaskan Infrastruktur dan PEN

Digitalisasi Indonesia Belum Merata, Metaverse Tetap Melaju

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Kapolda Kaltara Cek Ruangan Satuan Kerja, Pastikan Lingkungan Kerja Tetap Tertib dan Nyaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolda Kaltara Andi Syahriful Taufik Terima Laporan Kesatuan dan Buku Memori Sertijab

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolda Kaltara Sidak Barak Dalmas Ditsamapta, Tekankan Kebersihan dan Kedisiplinan Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Baru Tembus Pantai Amal Dibuka, Asrin Puji Aksi Gotong Royong TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Genangan di Jalan Gajah Mada, DPRD Tarakan dan Provinsi Sepakat Dikerjakan Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

HUT ke-5 TVRI Kaltara, Achmad Djufrie Tegaskan Peran Media Publik Perkuat Identitas Daerah

HUT ke-5 TVRI Kaltara, Achmad Djufrie Tegaskan Peran Media Publik Perkuat Identitas Daerah

21 Oktober 2026 21:30
Dukung Kelancaran Ibadah, Edi Patanan Serahkan Bantuan Alat Musik untuk Gereja

Dukung Kelancaran Ibadah, Edi Patanan Serahkan Bantuan Alat Musik untuk Gereja

21 Oktober 2026 20:59
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP