• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

HKTI Kemang

by Redaksi
3 Februari 2022 15:27
in Opini
A A

Penulis : Doddy Irvan (Pai)

Oleh: Doddy Irvan (pai)

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kalimantan Utara berganti nahkoda. Dari H Udin Hianggio ke pundak Zainal Arifin Paliwang. Gubernur Kalimantan Utara itu akan dilantik Moeldoko, Jumat (4/2) di Jakarta. Kok bisa, Zainal terpilih menjadi Ketua HKTI Kaltara? Apakah dia orang yang tepat? Dan bgaimana masa depan pertanian Kaltara ditangannya? Berikut ulasannya.

Tulisan ini harus mundur 3 tahun kebelakang. Agar saya dapat memberikan gambaran, bahwa Zainal Paliwang adalah orang yang layak memimpin HKTI. Organisasi petani terbesar di Indonesia ini harus dipimpin orang yang faham pertanian. Faham pun sebenarnya tidak cukup. Mengutip kalimat revolusioner; “Ketua HKTI itu harus orang yang mampu mencium bau keringat petani.”

Baca Juga

“Raperda Perbukuan” Momentum Media Membangun Budaya Literasi Daerah

Menjaga Momentum Surplus di Tengah Bayang-Bayang Defisit Energi

Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026

Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa

Dia harus dekat. Bahkan, bersentuhan kulit. Hingga mampu mendengar dengan jernih keluhan petani. Dan merasakan tetesan keringatnya. Tanpa perantara.

Dulu HKTI Kaltara dipimpin H Udin Hianggio. Bukan karena Wakil Gubernur. Tapi H Udin Hianggio adalah praktisi pertanian. Bisa dibilang Pak Udin adalah petani yang jadi politisi. Yah, beliau petani Lada di Mangku Padi. Jadi faham urusan pertanian. Makanya Ia ditunjuk menjadi Ketua HKTI Kaltara di periode pertama.

Sedangkan Zainal bisa dilihat dari kiprahnya sejak menyandang posisi Gubernur. Hampir seluruh wilayah yang memiliki potensi pertanian Ia datangi. Berdialog dan bahkan mencarikan jalan keluar persolan yang dihadapi petani setempat. Tapi sejatinya, bukan ini yang menjadi penilaian. Jauh sebelum dia menyandang jabatan Gubernur Kaltara.

Peristiwa itu terjadi sekitar tiga tahun lalu di Jakarta. Tempatnya di salah satu kantor di kawasan Kemang Jakarta Selatan. Kantor itu dekat dengan rumahnya. Disitulah kawan saya Hiras Simorangkir bekerja. Ia dan timnya mengundang khusus Zainal yang kala itu masih menjabat Wakapolda Kaltara. Kami ingin mendengar langsung visi Zainal tentang Kaltara kedepan. Kenapa Zainal? Ya, kala itu, Zainal dianggap salah satu tokoh yang memiliki peluang maju di kontestasi Pemilihan Gubernur. Namanya tetiba masuk radar. Banyak yang penasaran. Termasuk Hiras. Saya bersama Akbar Syarif, ikut mendampingi Zainal.

Pertemuan itu berlangsung sekitar dua jam. Di kesempatan pertama, kami mendengarkan paparan Zainal. Isinya mencengangkan. Jika di persentase, hanya 20 persen bicara politik dan keamanan, sesuai latar belakangnya sebagai polisi. Sisanya 80 persen, Zainal membahas sektor riil. Pertanian dan perikanan.

Ini tokoh unik. Biasanya, calon politisi membahas materi yang dikuasainya. Harusnya, Zainal lebih banyak berbicara soal keamanan. Seperti penanganan narkoba atau sejenisnya. Namun dia begitu faseh bicara pertanian. Ia seperti seorang petani bukan polisi.

Zainal memaparkan potensi pertanian. Dipetakan per daerah. “Malinau dan Bulungan harus menjadi lumbung padi. Nunukan dan KTT pusat tanaman sayur dan buah-buahan. Biarlah Tarakan menjadi pusat perdagangan perikanan dan jasa,” jelasnya kala itu.

Kami yang mendengar penjelasannya saling berpandang mata. Tercengang. Ada loh ternyata polisi yang begitu mendalami soal pertanian. Zainal menganggap, pertanian itu seperti mutiara yang terbenam dalam lumpur. Belum mendapat perhatian pemerintah. Padahal sektor ini punya potensi besar.

“Tanah kita luas. Subur. Tapi lihat berapa anggaran pemerintah untuk pertanian?” tanyanya dengan tatapan kosong.

Ia seperti tidak mampu menolak mengkaitkan pertanian dengan politik. Mungkin dalam hatinya berontak. Zainal sadar, para petani yang mencangkul di ladang itu butuh perhatian. Tapi forum itu bukan tempatnya mengkritisi kebijakan pemerintah. Namun Ia tidak bisa hindari.

“Saya sedih melihat petani. Mereka bekerja setiap hari hanya untuk memenuhi kebutuhan perut. Petani kita masih miskin. Dimana pemerintah. Mereka alfa,” keluhnya.

Saya yang ditugaskan memandu forum itu mencoba menetralisir. Sebab Zainal lama terdiam. Dia sepertinya tidak mampu memilih kata-kata yang tepat menggambarkan kekecewaannya. Saat saya bicara dia kalimat, Zainal kembali memotong. Nada suaranya kini meninggi.

“Kalau Allah menakdirkan saya menjadi pemimpin di Kaltara, pertanian akan menjadi fokus saya. Tidak ada lagi petani miskin,” tegas Zainal sambil memukul meja.

Suasana hening tiba-tiba berubah renyah. Kami kaget. Akbar Syarif yang berada di sebelahnya berteriak. “Hidup Zainal. Hidup petani.”

Saya menghela nafas panjang. Pertemuan itu hampir mencapai titik yang diinginkan. Ternyata Zainal bukan calon politisi kaleng-kaleng. Yang hanya mengandalkan seragam polisinya. Dia punya sikap dan visi yang jelas. Terutama di sektor pertanian. Gambaran kami tetang sikapnya yang kaku pun sirna.

“Masuk ini barang. Gak nyangka gue, ternyata dia ngerti juga soal pertanian. Gue pikir dia cuma jago nangkap orang,” kata Hiras mengomentari hasil pertemuan itu.

Gak berasa, waktu beranjak petang. Perut mulai keroncongan. Kami pun bergeser nyari makanan. Pilihannya banyak. Maklum kami ada di seputaran Kemang. Pusat kuliner di Selatan Jakarta. Tapi pilihannya tetap, Coto Makassar Ampera. Kami tau, Zainal pasti kangen Coto kampung halamannya. Kuah coto itu sejenak menjadi pilipur lara hatinya yang galau.

Saya pun menjadi lega. Memang tidak ada kesepakatan apa pun dalam pertemuan itu. Tapi, kami menganggap Zainal dapat dijadikan kawan seiring-sejalan. Walau di perhelatan Pilgub akhirnya kami berbeda pilihan. Tapi untuk memimpin HKTI Kaltara, Zainal adalah pilihan pertama. Karena memori kami seperti kembali pada pertemuan di Kemang itu.

H Udin Hianggio, Ketua sebelumnya setuju. Hiras juga ikut meyakinkan DPN dan Ketum Moeldoko. Saya sebagai Sekretaris Dewan Pengurus Provinsi bertugas menyiapkan Musprov. Zainal pun terpilih secara aklamasi, tahun lalu. Walau pun saya akhirnya “tercoret” dari komposisi pengurus saat ini, no problem. Tetap ikhlas dan optimis. HKTI sudah berada di jalur yang tepat. Biarlah saya melihat pelantikan dari kejauhan.

Saya yakin, Zainal akan mampu membawa Kaltara menjadi lumbung pangan. Merebut pasar Ibu Kota Nagara (IKN) Nusantara. Dan bisa memenuhi kebutuhan pangan Kawasan Industri Hijau (KIH) Mangku Padi dan PLTA. Dan dia tetap mampu menghirup bau keringat petani.

Selamat bertugas Pak Ketua. (***)

Tags: borneoFbFokusborneofokusborneoHKTIHKTI kaltaraOpini

Berita Lainnya

Opini

“Raperda Perbukuan” Momentum Media Membangun Budaya Literasi Daerah

10 Mei 2026 13:19
Menjaga Momentum Surplus di Tengah Bayang-Bayang Defisit Energi
Ekonomi

Menjaga Momentum Surplus di Tengah Bayang-Bayang Defisit Energi

7 Mei 2026 11:48
Opini

Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026

3 Mei 2026 20:18
Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
Opini

Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa

3 Mei 2026 20:01
Menengok Harapan dari Kaltara Sharia Festival 2026
Ekonomi

Menengok Harapan dari Kaltara Sharia Festival 2026

25 April 2026 11:28
Digitalisasi Tanpa Batas: QRIS dan Wajah Ekonomi Indonesia
Ekonomi

Digitalisasi Tanpa Batas: QRIS dan Wajah Ekonomi Indonesia

8 April 2026 14:41
Next Post

Dugaan Korupsi KH Masuk Tahap 2 di Kejaksaan Negeri Tarakan

Alokasi APBN Untuk Kaltara Prioritaskan Infrastruktur dan PEN

Digitalisasi Indonesia Belum Merata, Metaverse Tetap Melaju

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Perkuat Sinergi di Bumi Benuanta, Kapolda Kaltara Terima Kunjungan Dan Grup 4 Kopassus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolda Kaltara Pimpin Upacara Pembinaan Tradisi dan Pembaretan, 100 Bintara Remaja Resmi Jadi Bhayangkara Sejati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pencemaran Limbah Oli di Sungai, Intake IPA Kampung Bugis Dimatikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Tahap Pondasi, Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Terus Berjalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengapa Pengunjung RS Pertamedika Enggan Parkir di Dalam? Ini Kata Dishub Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Rakor Bersama Kepala Daerah Kalsel, Menteri Nusron Tegaskan Penentuan LP2B Kewenangan Daerah

Rakor Bersama Kepala Daerah Kalsel, Menteri Nusron Tegaskan Penentuan LP2B Kewenangan Daerah

14 Mei 2026 21:08

Kearifan Lokal Dilindungi di Nusantara, Otorita IKN Serahkan SK untuk Masyarakat Adat Paser di Mentawir

14 Mei 2026 21:04
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP