TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie menekankan pentingnya peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga di ruang publik, dari kelompok usia anak-anak hingga lansia.
Langkah ini menjadi strategi membangun budaya olahraga yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kualitas hidup masyarakat.
Achmad Djufrie yang juga merupakan Ketua KORMI Kaltara, menyatakan kegiatan olahraga tidak hanya untuk kalangan muda, tetapi harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat agar menjadi bagian dari keseharian warga.
“Kami menargetkan lebih banyak kegiatan di ruang publik agar olahraga menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Partisipasi lintas generasi akan memperkuat budaya olahraga sejak dini hingga usia lanjut,” ujar Achmad Djufrie.
Ia menjelaskan, KORMI akan mengoptimalkan kegiatan yang menjangkau anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia melalui program rutin seperti senam bersama, lomba olahraga keluarga, dan turnamen komunitas.
Strategi ini diharapkan menumbuhkan kebiasaan berolahraga sekaligus mempererat interaksi sosial di masyarakat.
Selain itu, peningkatan partisipasi lintas generasi diyakini dapat menyiapkan atlet potensial untuk kompetisi regional maupun nasional. Achmad Djufrie menegaskan, membangun budaya olahraga yang inklusif merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan dan prestasi olahraga Kaltara.
“Keterlibatan masyarakat dari semua usia akan membentuk komunitas olahraga yang solid. Dengan begitu, olahraga tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sarana meningkatkan kualitas hidup, membangun karakter, dan menumbuhkan rasa kebersamaan,” tambahnya.
Langkah-langkah ini diharapkan memberi manfaat ganda: memperluas akses olahraga bagi masyarakat umum sekaligus memperkuat ekosistem olahraga di tingkat provinsi, membuka peluang lahirnya atlet baru dari berbagai generasi.
Dengan berbagai program yang menyasar semua kalangan usia, KORMI Kaltara berharap budaya olahraga dapat menancap kuat di tengah masyarakat.
Upaya ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan warga, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda maupun dewasa untuk berkembang menjadi atlet potensial yang siap berkompetisi di tingkat provinsi, regional, bahkan nasional.
“Peningkatan partisipasi lintas generasi akan membantu membangun komunitas olahraga yang berkelanjutan, sekaligus menyiapkan atlet potensial untuk ajang regional maupun nasional,” tegasnya. (*)















Discussion about this post