TARAKAN, Fokusborneo.com – Peningkatan arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Tingginya mobilitas penumpang di Pelabuhan Tengkayu I dan II Tarakan setiap tahun dinilai perlu diimbangi dengan strategi pelayanan yang lebih optimal.
Ketua Komisi III DPRD Kaltara, Jufri Budiman, menilai penambahan rute dan armada menjadi langkah penting untuk mengurai kepadatan penumpang. Selama ini, tingginya jumlah pemudik kerap menyebabkan antrean panjang bahkan penumpang harus menunggu lama untuk mendapatkan tiket keberangkatan.
Menurutnya, salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan melibatkan armada speedboat non reguler sebagai pendukung armada utama. Langkah ini dinilai tidak hanya membantu mempercepat distribusi penumpang, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi pelaku transportasi lokal.
“Armada non reguler bisa dilibatkan untuk membantu mengangkut penumpang. Tinggal dilakukan pendataan dan pengaturan administrasi yang baik, sekaligus memastikan standar keselamatan dipenuhi,” ujar Jufri Budiman, Senin (16/03/2026).
Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan penambahan armada. Oleh karena itu, seluruh operator, baik reguler maupun non reguler, diharapkan dapat memenuhi kelengkapan fasilitas keselamatan sebelum diizinkan beroperasi.
Pelabuhan Tengkayu I dan II sendiri merupakan salah satu simpul transportasi laut utama di Kaltara yang melayani rute pulang-pergi ke berbagai daerah, seperti Tarakan–Tanjung Selor, Bunyu, Nunukan, Tana Tidung, hingga Malinau. Tingginya arus penumpang, khususnya menuju ibu kota provinsi, menjadikan optimalisasi layanan pelabuhan sebagai kebutuhan mendesak.
Selain itu, Jufri juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik melalui jalur laut untuk tetap menjaga ketertiban serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Dalam mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah bersama aparat terkait juga telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung melalui Operasi Ketupat Kayan 2026. Sejumlah pos pengamanan, pos kesehatan, hingga layanan informasi telah disiagakan di berbagai titik pelabuhan di wilayah Kaltara.
“Bagi penumpang yang membutuhkan layanan kesehatan, dapat memanfaatkan posko yang telah disediakan. Ini merupakan bentuk sinergi antara kepolisian, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan Pelindo untuk memastikan arus mudik berjalan aman dan lancar,” jelasnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor serta dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan arus mudik Lebaran tahun ini di Kalimantan Utara dapat berlangsung tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh penumpang.(**)
















Discussion about this post