TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo kembali menjadi wahana praktik bagi calon tenaga kesehatan profesional.
Kali ini, sebanyak 21 mahasiswi Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Bidan, Jurusan Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan (UBT) secara resmi memulai Stase Persalinan dan Bayi Baru Lahir (BBL) di rumah sakit milik pemerintah Kabupaten Bulungan.
Kegiatan ini dibuka langsung Direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, dr. H. Widodo Darmo Sentono, Sp.JP., didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Humas, dr. Heriyadi Suranta, serta Dokter Spesialis Obgyn, dr. Kurniawan Andy Silistiantoro, M.Kes., Sp.OG.
Hadir pula perwakilan Komite PPI, Komite K3RS, Komite Keperawatan, serta para preseptor dari Ruang Kamar Bersalin dan PONEK.
Dalam sambutannya, dr. H. Widodo Darmo Sentono, Sp.JP. menekankan pentingnya penguasaan keterampilan klinis yang presisi dalam menangani persalinan.
Ia berharap para mahasiswi dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya selama enam minggu masa praktik.
”Stase ini adalah fase krusial. Saya menekankan agar para mahasiswi benar-benar mengasah ketajaman dalam asuhan persalinan dan penanganan Bayi Baru Lahir (BBL),” ujarnya.
dr. H. Widodo menegaskan di rumah sakit ini, keselamatan pasien adalah prioritas utama.
“Melalui bimbingan para preseptor dan dokter spesialis, kami ingin memastikan mahasiswi mampu melakukan deteksi dini komplikasi agar risiko kegawatdaruratan dapat diminimalisir,” pesan dr. Widodo.

Selama 6 minggu pelaksanaan stase, para mahasiswi akan terjun langsung di unit-unit vital seperti Kamar Bersalin dan PONEK. Fokus utama pembelajaran meliputi:
• Konsep dan Tahapan Persalinan Normal: Pemahaman mendalam mengenai proses persalinan.
• Asuhan Kebidanan Berbasis Bukti (Evidence Based): Menerapkan praktik medis terbaru yang teruji.
• Manajemen Partograph: Ketelitian dalam memantau kemajuan persalinan untuk mencegah persalinan lama.
• Penanganan Bayi Baru Lahir (BBL): Memastikan transisi bayi di menit-menit pertama kehidupan berjalan optimal.
• Deteksi Dini & Kegawatdaruratan: Kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi kritis pada ibu dan janin.

Setelah prosesi penyerahan secara resmi, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dari Komite Rumah Sakit mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) serta Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).
Hal ini dilakukan agar mahasiswi tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga taat prosedur keselamatan kerja selama berada di lingkungan rumah sakit.
Dengan adanya kerja sama ini, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo terus berkomitmen berkontribusi dalam mencetak bidan-bidan profesional yang siap mengabdi demi menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.(**)














Discussion about this post