TANA TIDUNG – Kabupaten Tana Tidung (KTT) kembali mengukuhkan komitmennya dalam tata kelola pendidikan anak usia dini. Sebelum batas akhir (cut off) pada 31 Agustus 2026, seluruh satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Tana Tidung telah menyelesaikan proses sinkronisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) hingga mencapai angka 100 persen.
Capaian ini terbilang progresif jika dibandingkan dengan rata-rata provinsi Kalimantan Utara yang saat ini berada di angka 86,9 persen.
Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kepala sekolah, tenaga pendidik, dan operator PAUD se-Kabupaten Tana Tidung atas dedikasi serta kerja keras mereka.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh PAUD di Tana Tidung. Capaian 100 persen sebelum tenggat waktu ini bukti nyata komitmen kita bersama dalam memajukan dunia pendidikan sejak usia dini,” ujar Vamelia.
Ia menekankan bahwa keberhasilan penuntasan data lebih awal ini tidak lepas dari optimalisasi bantuan sarana prasarana yang telah disalurkan pemerintah daerah, yakni alokasi dua unit laptop untuk setiap satuan PAUD dan tambahan satu unit komputer.
“Fasilitas penunjang seperti bantuan dua laptop untuk setiap PAUD serta tambahan komputer telah dimanfaatkan dengan sangat baik. Ini membuktikan bahwa intervensi sarana teknologi informasi secara langsung berdampak pada efisiensi administrasi dan pendataan kita,” tambahnya.
Meski telah mencapai target sinkronisasi 100 persen, Vamelia mengimbau seluruh pihak untuk tidak berpuas diri. Ia meminta para pengelola PAUD terus menjaga dan meningkatkan integritas serta kualitas data yang diinput ke dalam sistem.
“Ketepatan waktu adalah satu hal, namun akurasi dan kualitas data adalah yang utama. Saya berharap kualitas data ini terus ditingkatkan,” tegasnya.
Pada periode sebelumnya, Indeks Kualitas Dapodik PAUD Kabupaten Tana Tidung berhasil menembus posisi tiga besar terbaik di tingkat nasional. Vamelia optimistis bahwa dengan kerja sama yang solid, prestasi tersebut tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan.
“Tahun lalu kita masuk tiga besar nasional. Tahun ini, dengan semangat dan fasilitas yang ada, kita harus optimistis bisa menjadi yang terbaik di Indonesia,” pungkasnya. (**)














Discussion about this post