TARAKAN, Fokusborneo.com – Pelajar SMA Negeri 1 Tarakan, Kheisya Zakia Azzahra, berhasil meraih Juara 1 Lomba Pidato “AHY Muda” tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Utara (Kaltara).
Kompetisi yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat ini, diperuntukkan khusus bagi pelajar SMA/SMK/sederajat se-Kaltara.
Ajang seleksi ini diikuti perwakilan pelajar dari 5 DPC Kabupaten/Kota, yakni Tarakan, Bulungan, Nunukan, Tana Tidung, dan Malinau.
Berdasarkan hasil penilaian DPD, dua perwakilan terbaik Kaltara resmi terpilih untuk melangkah ke tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Jakarta, yaitu Juara 1, Kheisya Zakia Azzahra dari SMA Negeri 1 Tarakan utusan DPC Tarakan. Serta Juara 2 Novia dari SMA Negeri 1 Malinau utusan DPC Malinau.
Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Tarakan, Muhammad Erwinsyah, menjelaskan kegiatan ini diselenggarakan untuk mengenalkan Partai Demokrat dan gagasan Ketum AHY kepada generasi muda (Gen-Z dan Milenial).
“Tema lomba meliputi enam fokus utama, yakni teknologi, isu sosial, ekonomi, pengentasan kemiskinan, hingga e-commerce. Penilaian difokuskan pada kesesuaian isi dengan tema, kreativitas pembawaan, serta kedisiplinan durasi waktu antara 3 hingga 5 menit,” terang Erwinsyah.
Ia menambahkan, materi pidato Kheisya dinilai sangat visioner karena mengangkat topik optimalisasi teknologi dalam menyebarluaskan dan memasarkan produk unggulan lokal Kota Tarakan.
Para pemenang selanjutnya akan memperebutkan total hadiah beasiswa senilai Rp60 juta untuk 9 juara nasional di tingkat DPP.
Sementara itu, sang pemenang utama, Kheisya Zakia Azzahra, mengaku sangat bersyukur atas capaian ini mengingat lomba pidato tersebut merupakan pengalaman perdananya.
“Persiapannya cukup mepet. Saya mencari materi, menyusun poin pidato, menghafal, lalu memantapkan intonasi dan gerakan tangan. Jujur ini pertama kali saya ikut lomba pidato, biasanya hanya public speaking saat presentasi kelas,” ungkap siswi kelas 2 SMAN 1 Tarakan tersebut.
Menghadapi tahapan seleksi tingkat nasional di DPP, Kheisya optimistis karena proses penilaian dilakukan melalui evaluasi rekaman video yang telah dikirimkan. Ia berharap dapat mengharumkan nama Kaltara di kancah nasional.(*/mt)












Discussion about this post