TARAKAN, Fokusborneo.com – Derasnya arus informasi di media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa. Kemampuan menyaring informasi dinilai sama pentingnya dengan penguasaan teknologi agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh informasi yang belum teruji kebenarannya.
Komandan Kodim 0907/Tarakan Letkol Inf Danan Wisnubrata, S.Sos., M.Han., mengangkat persoalan tersebut saat menjadi narasumber PKKMB Politeknik Kaltara 2026 di Aula Politeknik Kaltara, Rabu (2/9/2026). Ia membawakan materi bertema kebangsaan di hadapan mahasiswa baru.
Menurut Danan, perkembangan teknologi memberi banyak ruang bagi generasi muda untuk belajar dan berkarya. Namun, kemudahan mendapatkan informasi juga menuntut kemampuan berpikir kritis.
“Sekarang informasi apa pun bisa kita dapat dengan cepat. Karena itu mahasiswa harus lebih kritis. Jangan semua yang muncul di media sosial langsung dianggap benar, apalagi kemudian ikut menyebarkannya,” kata Danan.
Ia mengatakan mahasiswa akan berhadapan dengan beragam informasi dan pandangan selama menjalani kehidupan kampus. Perbedaan tersebut seharusnya menjadi ruang untuk belajar menghargai pendapat orang lain, bukan menjadi alasan munculnya perpecahan.
“Di kampus nanti kalian bertemu banyak orang dengan latar belakang dan pemikiran yang berbeda. Itu hal biasa. Yang penting bagaimana kita menyikapinya, tetap saling menghargai dan tidak mudah terprovokasi,” ujarnya.

Danan juga mengingatkan agar perkembangan teknologi tidak membuat mahasiswa mengabaikan pembentukan karakter. Menurutnya, kemampuan akademik dan keterampilan teknologi akan lebih bermanfaat apabila dibarengi kedisiplinan, tanggung jawab serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Teknologi itu alat. Mau digunakan untuk hal positif atau negatif, tergantung orangnya. Jadi kemampuan menggunakan teknologi harus dibarengi karakter yang baik,” tuturnya.
Dalam kegiatan PKKMB yang mengusung tema “Membangun Generasi Berdaya, Berinovasi dengan Teknologi Hijau, Berkarya untuk Masa Depan” tersebut, Danan juga mengajak mahasiswa melihat persoalan di sekitar mereka.
Ia menilai mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan gagasan selama berada di bangku kuliah, termasuk berkaitan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
“Jangan hanya berpikir bagaimana mendapat nilai bagus. Kalian juga harus mulai melihat apa yang terjadi di sekitar. Dari situ bisa muncul gagasan, penelitian, inovasi atau kegiatan yang memang berguna bagi masyarakat,” katanya.
Danan berharap mahasiswa baru mampu memanfaatkan perkembangan teknologi tanpa kehilangan kepedulian terhadap lingkungan sosial dan nilai kebangsaan.
“Silakan kuasai teknologi dan kejar prestasi. Tetapi tetap punya pegangan, menghargai perbedaan dan bertanggung jawab dengan apa yang kalian lakukan,” pungkasnya. (*)















Discussion about this post