TARAKAN, Fokusborneo.com – Membekali mahasiswa dengan keterampilan analisis data sejak dini menjadi langkah krusial dalam menunjang riset akademik dan penyusunan tugas akhir.
Mengantisipasi tantangan tersebut, Jurusan Teknik Elektro Universitas Borneo Tarakan (UBT) menggelar kegiatan bertajuk “Pelatihan Minitab: Pembentukan Pola Cluster dan Forecasting Beban Listrik”.
Acara ini berlangsung secara interaktif di Laboratorium Stabilitas Sistem Tenaga, Lantai 3 Gedung Teknik Elektro UBT, Sabtu (19/9/26).
Sebanyak 28 peserta yang terdiri dari mahasiswa lintas angkatan mulai dari angkatan 2024, 2025, hingga 2026 tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian materi praktikum.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dr. Ismit Mado, S.T., M.T. selaku Dosen Teknik Elektro UBT, serta alumni Teknik Elektro UBT, Randi Ramdansyah, S.T.
Menariknya, materi pelatihan mengenai forecasting beban listrik ini, merupakan diseminasi langsung dari hasil penelitian tugas akhir Randi di Laboratorium Stabilitas Sistem Tenaga UBT.
Tak sekadar pelatihan biasa, agenda ini merupakan salah satu bentuk luaran (output) tahun pertama dari skema pendanaan Hibah Riset dan Inovasi Untuk Indonesia Maju (RIIM) Gelombang X. Program kompetisi bergengsi ini diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bagi para dosen peneliti di seluruh Indonesia.

Ketua Tim Penerima Hibah, Dr. Ismit Mado, S.T., M.T., menjelaskan proyek riset yang disetujui selama dua tahun ini tidak hanya berfokus pada pelatihan mahasiswa, melainkan juga menyasar luaran ilmiah lainnya.
“Pelatihan ini adalah salah satu output tahun pertama dari hibah RIIM BRIN yang kami terima. Selain mentransfer keilmuan kepada mahasiswa, kami bersama tim riset juga ditargetkan untuk menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi serta produk buku monograf,” ujar Dr. Ismit Mado.
Dalam tim riset hibah ini, Dr. Ismit Mado didampingi dua dosen Teknik Elektro UBT lainnya sebagai anggota, yakni Achmad Budiman, S.T., M.T. dan Dr. Ir. Patria Julianto, S.T., M.T., IPM ASEAN Eng.
Dalam dunia akademik teknik elektro, pemilihan perangkat lunak analisis data sangat memengaruhi presisi hasil penelitian. Minitab dipilih karena didesain khusus untuk mempermudah analisis statistika, kontrol kualitas, hingga perbaikan proses industri.
Randi Ramdansyah, S.T. menuturkan meskipun sekilas memiliki fungsi yang mirip dengan Microsoft Excel, Minitab menawarkan keunggulan yang jauh lebih mendalam dan spesifik untuk kebutuhan rekayasa teknis.
“Kalau dibandingkan dengan aplikasi umum seperti Excel, Minitab ini memiliki tools penggunaan yang lebih detail dan sangat praktis untuk kebutuhan mahasiswa teknik. Setelah data dimasukkan, kita bisa memilih model visualisasi grafik, warna, hingga penyesuaian tata letak teks secara efisien,” ungkap Randi.

Randi menambahkan pengalaman pribadinya saat menyusun tugas akhir membuktikan betapa krusialnya peran perangkat lunak ini.
“Tujuannya agar mahasiswa tahu seperti apa aplikasi yang biasa digunakan untuk tingkat akhir nanti. Berdasarkan pengalaman saya kemarin, Minitab sangat membantu untuk mengolah dan menyaring data awal sebelum kita masuk ke metode analisis hasil akhir,” tambahnya.
Sementara itu, fokus materi pelatihan diarahkan pada dua teknik pengolahan data utama yang saling terintegrasi dalam sistem tenaga listrik.
Pertama analisis kuster beban listrik. Teknik ini berfungsi untuk memilah dan mengelompokkan data historis penyaluran daya seperti data 24 jam selama 365 hari berdasarkan tingkat kemiripannya.
Dengan analisis kluster, pengelola sistem dapat menentukan hierarki operasi tenaga listrik dan merumuskan strategi pengaturan pembangkit yang pas untuk tiap-tiap kelompok beban.
Kedua peramalan beban listrik (Forecasting).yaitu memanfaatkan data time series historis untuk memprediksi tingkat konsumsi daya listrik jangka pendek di masa mendatang, khususnya skenario beban harian.
Kedua analisis ini dikombinasikan untuk menghasilkan efisiensi tinggi. Hasil pengelompokkan dari analisis kluster dijadikan dasar untuk membangun model forecasting yang jauh lebih akurat pada tiap kategori beban.
Integrasi antara teknologi pengolahan data dan manajemen energi listrik bertujuan untuk mengubah pola operasional sistem dari reaktif menjadi antisipatif.
Dr. Ismit Mado menekankan betapa pentingnya pemahaman forecasting ini bagi calon insinyur elektro.
“Tujuan utama peramalan di Sistem Pengaturan Tenaga Listrik adalah agar sistem bisa bekerja secara antisipatif, bukan reaktif. Bayangkan jika hasil forecasting menunjukkan besok kita membutuhkan daya sebesar 150 MW, maka sejak malam harinya unit pembangkit sudah bisa disiapkan secara bertahap. Kita tidak boleh menunggu terjadi kekurangan daya atau pemadaman baru sibuk menyalakan pembangkit,” tegasnya.
Untuk memudahkan mahasiswa dalam mempraktikkan materi secara mandiri, pemateri telah menyediakan berkas unduhan software dan bahan latih yang dapat diakses secara instan melalui pemindaian kode QR yang terhubung ke Google Drive.
Melalui pelatihan ini, pihak jurusan berharap para mahasiswa dapat secara mandiri menguasai instrumen analisis ilmiah. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses penyelesaian tugas akhir serta meningkatkan kualitas publikasi ilmiah mahasiswa dan dosen Teknik Elektro UBT di masa yang akan datang.(*/mt)












Discussion about this post