TARAKAN – 2 Kabupaten dan 1 Kota di Kalimantan Utara, akan mengikuti simulasi nasional penerapan aplikasi e-rekap/sistem informasi rekapitulasi (Sirekap)Â di pemilihan serentak 2020. Rencananya simulasi dilaksanakan 21 Nopember 2020.
Anggota KPU Provinsi Kaltara Teguh Dwi Subagyo mengatakan, jadwal dan tahapan pungutan dan penghitungan suara sudah sangat padat. Rencanannya, KPU Kaltara akan mengikuti bimbingan teknis (Bintek) Sirekap pada tanggal 14-17 Nopember 2020 di Bandung, Jawa Barat.
“Ada dua instruksi sebenarnya yang baru dikeluarkan KPU RI, yaitu penerapan protokol kesehatan dan penerapan Sirekap. Setelah bintek KPU RI akan praktek melakukan simulasi secara nasional pada tanggal 21 November hari Sabtu yang akan datang,” kata Teguh ditemui usai memimpin rakor pemungutan dan perhitungan suara di pemilihan serentak 2020 bersama KPU Kabupaten dan Kota se-Kaltara di Swissbel Hotel Tarakan, Senin (9/11/20).
Teguh menambahkan, di Kaltara ada dua Kabupaten dan satu Kota yang akan mengikuti simulasi secara nasional penerapan Sirekap diantaranya Kabupaten Bulungan, Tana Tidung dan Kota Tarakan.
“KPU Kabupaten lain Malinau dan Nunukan akan bergeser mengikuti kegiatan di Bulungan, KTT, atau di Tarakan pada saat simulasi nasional,” beber Teguh.
Teguh menjelaskan, sebelum mengikuti simulasi secara nasional, KPU Provinsi Kaltara mengundang KPU Kabupaten dan Kota se-Kaltara untuk mendengarkan persiapan masing-masing daerah dalam penerapan Sirekap pada pilkada serentak 2020 nanti.
“Kami panggil semua untuk mendengarkan kendala dalam penerapan Sirekap, kemudian bagaimana menyikapinya sehingga semua bisa berjalan dengan baik untuk hasil yang lebih optimal,” ujar Teguh.
Diharapkan dengan batas waktu yang sedikit, semua jajaran KPU sampai tingkat KPPS bisa memahami tentang Sirekap. KPU Kaltara juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi Kaltara dalam menyediaan jaringan agar pelaksanaan Sirekap berjalan lancar.
“Kami optimisme ini bisa dilakukan dengan kerjasama dengan berbagai pihak, karena satu keniscayaan ya bahwa tahun 2024 pasti akan dilakukan yang lebih sempurna lagi. Sekarang saatnya melakukan perbaikan untuk menjamin akurasi dan kecepatan dalam penghitungan perolehan suara,” ungkap Teguh.(mt)















Discussion about this post