TARAKAN – DPRD bersama pemerintah sudah melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dan kunjungan lapangan menindaklanjuti aksi demo yang dilakukan mahasiswa dan forum masyarakat Amal Lama terkait pembangunan pagar di kawasan wisata Pantai Amal Lama. Hasil RDP dan kunlap ini, akan disampaikan kepada mahasiswa dan masyarakat Amal Lama dalam waktu dekat.
“Sebenarnya kemarin kami mau lakukan hari Sabtu, tapi karena masalah anggaran perubahan ini yang mendesak siang malam kami kerja akhirnya agak sulit disitu. Minggu ini insyakallah akan disampaikan melalui RDP nanti dengan pemerintah, pihak-pihak yang terkait, DPRD dengan perwakilan masyarakat,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Tarakan Yulius Dinandus saat diwawancarai Fokusborneo.com, Senin (27/9/21).
Hasil RDP dijelaskan Yulius, bahwa pemerintah tetap akan melanjutkan pembangunan pagar di kawasan wisata Pantai Amal Lama. Sebab salah satu peraturan daerah (Perda) yang tertuang dalam RPJMD adalah pengembangan pariwisata.
“Pemerintah sangat ngotot dan menyampaikan bahwa itu memang program jangka panjang kita dan perlu kita ingat bahwa salah satu Perda yang tertuang dalam RPJMD kita adalah pengembangan pariwisata. Ingat Tarakan tidak punya lahan-lahan lain dan daerah transit maka salah satu untuk membuat Tarakan tetap hidup adalah pengembangan pariwisata ke depan. Itu adalah visi-misi walikota yang dituangkan dalam Perda RPJMD,” ujar politisi Partai Hanura.
Alasan lainnya dijelaskan Yulius, setelah dilihat landasan yuridis RTRW Kota Tarakan maupun pemerintah Provinsi, pengembangan wisata lokasinya ada di Pantai Amal. Dalam RDP pemerintah juga melampirkan bukti bahwa sebelum dilakukan pembangunan pagar, sudah disosialisasikan kepada masyarakat.
“Kita mendapatkan kemarin bahwa masyarakat Amal mengatakan bahwa kami tidak pernah dilibatkan baik dalam hal sosialisasi, nah pemerintah memberikan bukti kepada kami siapa-siapa yang bertanda tangan waktu bersosialisasi, dimana tempat sosialisasinya, siapa-siapa yang dilibatkan. Tentu yang memang terdaftar sebagai orang-orang yang mewakili masyarakat disitu. Toh kalau rakyat tidak merasa diwakili, itulah yang kadang muncul beberapa hal yang harus kita benahi,” jelas anggota DPRD Kota Tarakan berasal dari dapil 1 Tarakan Tengah.
Landscape pengembangan kawasan wisata Pantai Amal Lama dikatakan Yulius, di dalamnya nanti ada waterboom, permainan dan berbagai fasilitas lainnya. Aset yang nilainnya miliaran ini perlu diamankan, makanya pemerintah membangun pagar.
“Bayangkan kalau tidak ada pengamanan ? Sekarang pengamanannya kita mau buat kaya mana ? Itu yang mau dicari jalan keluarnya. Coba liat di Tarakan kita punya Trafo Sollar sel saja akumulator habis, sering menjadi keluhan, balon-balon saja masuk di tempat penguburan hilang, dengan nilai besar seperti itu tanpa keamanan bagaimana ?,” beber pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Hanura Kota Tarakan.
Dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Amal Lama dikatakan Yulius, sudah dikaji pemerintah dari semua lini. Hanya saja masih ada satu atau dua warga keinginan tidak terakomodir. Adanya pembangunan, menurutnya kawasan wisata Pantai Amal Lama lebih tertata
“Mudah-mudahan pemerintah betul-betul memikirkan akses semua masyarakatnya. Toh sekarang semua ini belum lihat nih, ada jalan besar yang dibuat dibelakang yang bisa kita bermobil ada beberapa akses-akses jalan dibelakang dan penataan amal jauh lebih indah,” tutup Yulius.(Mt)















Discussion about this post