MALINAU – Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Perjuangan Deddy Sitorus dan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malinau, menggelar pengobatan gratis. Kegiatan sosial menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 78 itu, menghadirkan dokter Ari Yusnita.
Desa pertama yang menjadi awal kegiatan ini adalah Long Loreh, Kecamatan Malinau Selatan. Ratusan warga yang didominasi ibu rumah tangga sudah ngantre di Balai Adat. Mereka menunggu kedatangan dr. Ari Yusnita dan rombongan.
Tepat pukul 09.00 pengobatan dimulai. Sebelumnya dr. Ari Yusnita menyampaikan, bahwa pengobatan masal ini didukung sepenuhnya oleh Anggota DPR RI Deddy Sitorus.
Baca juga : Gelar FGD, Deddy Sitorus Berharap Pengalaman BP Batam Kelola Kota Batam Bisa Diterapkan di Kaltara
‘’Saya hanya membantu saja. Semua disiapkan oleh Pak Deddy dan teman-teman DPC Malinau,’’ terang politisi PDI Perjuangan ini.
Sebanyak 104 orang yang dilayani dalam pengobatan masal ini. Menurut Ari, mayoritas warga meminta pelayanan pemeriksaan kolesterol, asam urat dan gula darah.
‘’Kami hanya melayani penyakit-penyakit ringan saja. Sembari memberikan obat. Untuk pengecekan kolesterol, kencing manis dan asam urat hanya tambahan saja. Minimal, jika warga mengetahui kolesterol tinggi mereka bisa langsung mengontrol makanan,’’ jelas Caleg DPRD Provinsi Dapil Kota Tarakan itu.
Sementara itu, Nuardin kader PDI Perjuangan Malinau menyambut gembira antusias warga yang mengikuti pengobatan masal ini. Menurutnya, inilah bentuk semangat gotong royong yang menjadi prinsip dasar partainya.
Baca juga : Gubernur Kaltara Zainal Paliwang Resmikan Kelas Jauh SMAN 2 Tarakan di Tanjung Pasir
‘’Kami punya kader yang juga seorang dokter. Kami harus memanfaatkannya untuk kepentingan rakyat. Inilah wujud semangat gotong royong itu,’’ ujar Nuardin.
Selesai dari Loreh, pengobatan geratis ini berlanjut ke Desa Sempayang dan Tanjung Lapang.
Sedangkan hari ini Rabu (23/8/23) pengobatan masih berlangsung di tiga titik. Pagi di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Malinau, Desa Lindung Kemenci, Long Gafid dan Long Bisai.(**)













Discussion about this post