Menu

Mode Gelap

Daerah · 2 Apr 2024 07:46 WITA ·

Nge-Gas ala Deddy Sitorus


					Anggota DPR RI Terpilih Deddy Sitorus bagikan paket sembako. Foto : Fokusborneo.com Perbesar

Anggota DPR RI Terpilih Deddy Sitorus bagikan paket sembako. Foto : Fokusborneo.com

TARAKAN – Pemilu 2024 baru saja selesai. Biasanya, para Caleg terpilih mengendorkan ikat pinggang sejenak. Mengurangi aktivitas politik, untuk memulihkan stamina dan mental. Berbeda dengan Anggota DPR RI terpilih dari PDI Perjuangan Deddy Sitorus. Peraih suara terbanyak ke dua di Dapil Kalimantan Utara itu tetap ngeggas.

width"300"

‘’Dua minggu setelah coblosan, saya menyerahkan bantuan Pemadam tiga roda kepada Pemerintah Kota Tarakan. Minggu ini saya memberikan bantuan peralatan pertanian kepada puluhan kelompok tani,’’ jelas Deddy Sitorus.

width"300"
width"400"

Langkah anggota Komisi 6 DPR RI ini memang terbilang unik. Biasanya, pesca Pileg, banyak politisi hilang dari peredaran. Tidak berkegiatan sema sekali. Hal ini banyak jadi pertanyaan para pemilih. Mereka bahkan sampai menuduh, habis manis sepah dibuang.

width"400"
width"450"
width"500"

Baca Juga :Deddy Sitorus Serahkan Bantuan Kendaraan Roda Tiga Pengangkut Sampah

Tudingan ini juga dihindari Deddy Sitorus. Ditengah padatnya jadwal partai pasca Pemilu, Ayah tiga anak ini tetap meluangkan waktu datang ke dapil. Ditemani Ida Suryani dan Sophie anak bungsunya, Kamis (28/3) Deddy ke Tarakan.

width"400"
width"500"
width"500"

Menjelang petang, Deddy sudah ditunggu kegiatan bersama puluhan pelaku UMKM di Hotel Duta. Pukul 16.00 lantas bergegas mengikuti ibadah Paskah di Gereja Katolik Imakulata, Kampung Baru Tarakan.

width"300"

‘’Ini sudah menjadi tradisi kami sekeluarga. Selama ada waktu, setiap ibadah Paskah saya berupaya ibadah di Kaltara,’’ kata Deddy.

Keesokan harinya, Deddy Sitorus menyerahkan sejumlah bantuan peralatan pertanian kepada 70 kelompok tani se Kaltara. Totalnya tak tanggung-tanggung. Sekitar 2 miliar rupiah. Bantuan ini dari PT Penanaman Modal Madani (PNM).

Dimulai di Tarakan, Deddy menyerahkan bantuan untuk 30 kelompok tani. 7 kelompok tani Tarakan Utara, 4 Tarakan Timur, dan 19 kelompok tani Tarakan Barat. Apa saja bantuannya?

‘’Cultivator 30 unit, pompa air irigasi 30 unit, tenda 30 unit dan cupsealer 30 unit. Ini semua usulan warga yang saya tindak lanjuti,’’ tandasnya.

Setelah itu bantuan kembali diserahkan di rumah aspirasi Deddy Sitorus Jalan Boom Panjang. Kali ini bantuan untuk UMKM. Ada panci, mesin kemasan dan beberapa jenis bantuan lainnya.

Itu di Tarakan, Sabtu (30/3) siang Deddy Sitorus dan rombongan bergegas ke Tanjung Selor. Kesempatan ke Ibu Kota Kaltara itu dimanfaatkan Deddy Siotrus sekaligus membuang stres.

‘’Ini yang gue selalu tunggu-tunggu, bawa speed ke Tanjang Selor. Obat mujarap menghilangkan stres,’’ cerita Deddy sambil memegang kemudi speed.

Berlabuh di Kulteka, Deddy lantas menuju Keuskupan. Disini Deddy bertemu dengan Uskup Tanjung Selor Mgr Paulinus Yan Olla. Deddy ingin mengucapkan terimakasih atas doa yang telah disampaikan Uskup hingga Ia berhasil kembali ke Senayan.

Petangnya, di Posko Pemenangan Tanjung Selor Jalan Gapensi, Deddy menyerahkan bantuan peralatan pertanian dan tenda UMKM.

Kembali ke Tarakan, keesokan harinya Deddy bersama dr Khairul memberikan bantuan mobil sampah tiga roda di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Prumnas, Karang Anyar Tarakan Barat.

Saat sambutan, dr Khairul menyampaikan apresiasi atas kontribusi Deddy Sitorus untuk Kota Tarakan. ‘’Kenapa saya mendukung Deddy Sitorus? Yah, beliau sudah terbukti dan teruji kontribusinya untuk Kota Tarakan. Mobil sampah tiga roda ini hanya salah satu dari sekian banyak bantuan yang telah disalurkan beliau,’’ ujar Khairul.

Deddy yang berada disebelahnya hanya senyam-senyum. Lantas menimpali. Ia mengaku kenapa begitu sering menyalurkan bantuan ke Kota Tarakan, karena komunikasi yang baik dengan dr Khairul.

Di depan para Ketua RT Karang Anyar Bersatu itu pula, Deddy menyatakan sengaja menunda penyerahan setelah Pemilu. Padahal bantuan ini bisa menjadi alat mendulang suara.

‘’Sebenarnya bisa saya serahkan selama kampanye. Toh tidak melanggar aturan. Tapi saya memilih untuk menundanya. Biar saja warga memilih saya bukan berdasarkan bantuan yang saya serahkan. Terbukti kok, di Tarakan suara saya naik dua kali lipat dibandingkan pemilu lima tahun lalu,’’ tegas Deddy.

Begitulah cara Deddy berpolitik. Ia tidak menganut politik segala cara. Baginya kemenangan harus diraih secara bermartabat. Makanya, usai pemilu dia langsung ngegas. (Pai)

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 255 kali

blank badge-check

Redaksi

blank blank blank blank
Baca Lainnya

DP Korpri Tarakan Gelar Halal Bihalal, PJ Walikota: Kuatkan Silaturahmi Tingkatkan Kinerja

17 April 2024 - 12:39 WITA

blank

Relawan Hendrik Ambil Formulir Penjaringan Bacalon Kepala Daerah di Demokrat Tana Tidung

17 April 2024 - 09:50 WITA

blank

Pilkada Tarakan, PDIP Tegaskan Kader dan Non Kader Punya Peluang Sama Diusung

17 April 2024 - 09:38 WITA

blank

Antisipasi Kecurangan Distribusi BBM, Polres Tarakan Galakkan Patroli di SPBU Jaga Kamtibmas

17 April 2024 - 09:33 WITA

blank

Harga Sejumlah Bahan Pokok Mulai Stabil, Sayuran dan Ikan Turun

17 April 2024 - 09:08 WITA

blank

Mariam Siap Maju di Pilwali Tarakan, Tiga Balon Sudah Jalin Komunikasi

17 April 2024 - 09:06 WITA

blank
Trending di Politik