TARAKAN, Fokusborneo.com – Tepat di momen bersejarah Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), semangat pendirian daerah otonom baru ini kembali membara.
Pemuda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tarakan memilih cara yang unik dan penuh makna untuk merayakan dengan mengunjungi kediaman almarhum dr. Jusuf Serang Kasim (dr. Jusuf SK), sosok yang diakui sebagai salah satu tokoh sentral dalam perjuangan pembentukan Kaltara.
Rombongan yang dipimpin Ketua Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Kaltara, Bahar Mahmud, serta didampingi Anggota DPRD Kota Tarakan dari PKS, Adyansa, disambut hangat putri almarhum, dr. Ari Yusnita, di rumah sang “Bapak Pembangunan Kaltara” tersebut. Kunjungan ini sekaligus menjadi pengingat bagi generasi muda akan jasa-jasa para pendahulu.
Perjuangan dr. Jusuf SK dalam menggolkan Provinsi Kaltara bukanlah perkara mudah, sebuah kisah yang dikupas tuntas dr. Ari Yusnita, yang juga mantan Anggota DPR RI.
Menurut Ari, semangat pendirian Kaltara muncul karena kesadaran Kalimantan Timur tidak mungkin mengurusi wilayah utara yang begitu luas. Inisiasi bermula dari mahasiswa, tokoh masyarakat, hingga terbentuknya Presidium dan akhirnya wadah perjuangan kunci, Masyarakat Kaltara Bersatu (MKB).
”MKB ini adalah gongnya. Mereka yang berjuang selama tiga tahun di Jakarta, di DPR RI,” ungkap dr. Ari Yusnita dengan nada haru, mengingat ayahnya berulang kali bolak-balik ke Jakarta.
Ia bersaksi ayahnya, yang saat itu menjabat Wali Kota Tarakan dua periode (1999-2009), harus merogoh kocek pribadi dan keluarga, bahkan ibundanya yang paling tahu betul bagaimana uang keluar untuk memfasilitasi pertemuan dengan anggota DPR RI Komisi II.
”Mau ketemu anggota DPR RI harus pakai uang, harus bayar. Kadang keluar Rp 10 juta, Rp 15 juta, hanya untuk nyari tempat makan yang enak-enak dan mahal,” kenang Ari.
Ia menyebut hanya segelintir anggota dewan seperti Hetifa Syarifudin, Hadi Mulyadi dan Ganjar Pranowo yang menolak menerima “uang saku” dan tulus membantu perjuangan Kaltara.
Perjuangan dramatis itu mencapai puncaknya pada tahun 2012, saat DPR RI mengetok palu pengesahan Kaltara. Sebuah hasil dari kegigihan dan dedikasi dr. Jusuf SK, yang juga dikenal sebagai sosok yang cerdas dan tegas selama memimpin Tarakan.
Mengambil pelajaran dari sejarah perjuangan tersebut, dr. Ari Yusnita menekankan pentingnya peran generasi muda Kaltara hari ini.
“Harapan saya, anak-anak muda yang ada di Kaltara bisa menjadi penggerak dan mau mengkritik ataupun memberikan masukan-masukan atau saran-saran kepada pembangunan Kalimantan Utara. Jadi jangan diam saja, harus kritis,” tegasnya.
Di usianya yang ke-13, Ari Yusnita menegaskan Kaltara masih memiliki banyak Pekerjaan Rumah (PR) besar, terutama terkait koordinasi yang kurang antara pemerintah daerah dan tujuh anggota DPR/DPD RI yang seharusnya menjadi motor penggerak anggaran di pusat.
“Seharusnya semangat kolaborasi, kritik membangun, dan keteladanan dr. Jusuf SK diharapkan menjadi bekal bagi generasi penerus untuk membawa Kaltara menuju masa depan yang lebih Maju, Makmur, dan Berkelanjutan,” pesannya.

Senada dengan itu, Ketua Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa DPW PKS Kaltara, Bahar Mahmud, menyatakan kunjungan ini adalah bagian dari upaya PKS untuk menyiapkan transisi kepemimpinan.
“Kita harus belajar dari sejarah-sejarah terdahulu, sejarah dari orang-orang tua terdahulu kita,” ujarnya.
Ia menambahkan dr. Jusuf SK, yang juga pernah menjadi Ketua KNPI Tarakan, adalah sosok yang sangat inspiratif, menggabungkan kecerdasan dan aksi nyata, tanpa terlalu menyukai seremoni.
Bahar juga menyoroti gaya kepemimpinan dr. Jusuf SK yang fokus pada aksi nyata ketimbang seremoni. Ia menceritakan bagaimana dr. Jusuf SK sering turun langsung, melakukan inspeksi mendadak bahkan pada malam hari.
”Yang sering saya lihat dulu, malam-malam beliau sering keliling. Kalau melihat ada tumpukan sampah, pada saat itulah juga kemudian menghubungi Kepala Dinas terkait minta segera dibersihkan,” ungkapnya.
Ia menegaskan kepemimpinan masa depan harus mengadopsi ketegasan dan profesionalisme tersebut.
Di akhir komentarnya, Bahar menjelaskan kunjungan ini turut melibatkan anak-anak kader PKS usia SMP, SMA, hingga mahasiswa. Tujuannya adalah mentransformasi kecintaan terhadap PKS dan semangat perjuangan orang tua mereka secara ideologis maupun biologis.
“Kami maunya anak PKS cinta PKS dan cinta dengan perjuangan orang tuanya, dan siap untuk melanjutkan perjuangan orang tuanya,” pungkasnya.

Anggota DPRD Kota Tarakan, Adyansa, yang turut mendampingi rombongan PKS, menekankan pentingnya rumah almarhum dr. Jusuf SK sebagai rumah bersejarah.
Kunjungan ini, menurutnya, adalah langkah awal yang luar biasa untuk mengenalkan tempat lahirnya atau “pencetus” Provinsi Kaltara.
”Alhamdulillah kita sudah datang. Saya selalu ingatkan apa yang saya datangi mudah-mudahan bisa menjadi harapan saya untuk Kalimantan Utara,” kata Adyansa.
Ia secara khusus memberikan pesan kepada generasi muda untuk mengambil inspirasi dari semangat para pejuang Kaltara, terutama dr. Jusuf SK.
”Seperti kita anak muda, anak muda itu harus berdiri terus, termotivasi, terus berkarya, jangan berdiri di tempat. Nah, inilah langkahnya kita,” serunya.
Adyansa berharap kisah perjuangan dr. Jusuf SK yang disampaikan langsung putrinya, dr. Ari Yusnita, dapat menjadi modal semangat bagi teman-teman Pemuda PKS dan seluruh pemuda Kaltara.
”Mudah-mudahan kisah ini menjadi modal semangat untuk teman-teman pemuda PKS ke depannya. Yang ingin menjadi pemimpin, ikuti Bapak (dr. Jusuf SK). Beliau orang yang luar biasa, sampai sekarang namanya masih di mana-mana terdengar di pasar, jadi nama masjid, nama jalan, nama rumah sakit. Beliau menjadi standar,” ujar Adyansa.
Mengakhiri pesannya, ia berharap kunjungan ini dapat melahirkan standar kepemimpinan yang tinggi.
“Begitu juga saya juga standar ke depan menjadi pemimpin yang sukses. Amin,” tutupnya.
Sementara itu, diakhir pertemuan Pemuda PKS memberikan cenderamata berupa lukisan wajah pendiri Kaltara dr. Jusuf SK kepada putrinya. Sedangkan dr. Ari Yusnita memberikan kenang-kenangan buku yang mengisahkan tentang dr. Jusuf SK.(Mt)















Discussion about this post