TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Vamelia Ibrahim, menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai penopang utama ekonomi keluarga.
Vamelia menekankan program pelatihan keterampilan harus diintensifkan sebagai jalur nyata menuju kemandirian finansial.
“Aspirasi yang kami terima sangat jelas, para ibu ingin berdaya, mandiri, dan tidak bergantung penuh pada suami. Ini adalah keinginan yang sangat realistis dan fundamental untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga kita,” ujar Vamelia, Minggu (16/11/25).
Vamelia menyoroti tingginya permintaan untuk pelatihan vokasional seperti kursus menjahit, membuat kue, dan berbagai keterampilan rumah tangga yang dapat diubah menjadi sumber penghasilan.
Politisi PAN itu berkomitmen penuh untuk mendorong alokasi anggaran guna mewujudkan permintaan ini.
“Pemberdayaan perempuan bukan hanya soal angka-angka ekonomi, tapi juga tentang membangun rasa percaya diri. Ketika perempuan memiliki sumber penghasilan, keluarga menjadi lebih stabil. Saya akan pastikan, pelatihan yang diberikan tidak berhenti di sertifikat, tetapi harus benar-benar dilanjutkan hingga menjadi usaha yang berkembang,” tegasnya.
Selain isu ekonomi, Vamelia juga mengingatkan perempuan untuk melek politik.
“Harga beras dipengaruhi oleh politik. Oleh karena itu, perempuan harus paham politik agar dapat berpikir cerdas dan memahami setiap kebijakan yang menyentuh kehidupan mereka,” tambahnya.
Menanggapi berbagai aspirasi yang masuk, terutama terkait pendidikan seperti masalah guru mengajar tidak sesuai keahliannya dan pembangunan infrastruktur sekolah, Vamelia menyatakan akan segera menindaklanjuti.
”Isu pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan perempuan adalah fokus utama saya di Komisi IV. Aspirasi masyarakat ini akan langsung saya dorong ke meja kebijakan,” tuturnya.
Vamelia menyatakan optimisme tinggi, mengingat hasil reses ini dapat ia sampaikan langsung kepada Bupati Tana Tidung.
“Alhamdulillah, kami optimis 80 persen dari aspirasi ini bisa terealisasi. Susahnya masyarakat adalah susah saya. Senangnya mereka adalah semangat saya,” pungkas Vamelia.
Terkait kabar baik mengenai pembangunan SMA Negeri 1 Betayau yang selama ini masih menumpang di gedung pemerintahan, kini sudah masuk dalam daftar pembangunan di APBD Provinsi Kaltara.(**)















Discussion about this post