TARAKAN, Fokusborneo.com – Anggota DPRD Kota Tarakan dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Tarakan Barat, Barokah, kembali menggelar Reses Masa Persidangan I Tahun 2025-2026.
Pertemuan yang diadakan di kediamannya di Kelurahan Karang Rejo, Senin (17/11/25) ini, menjadi wadah penyerapan aspirasi yang krusial bagi Barokah, yang memiliki komitmen kuat untuk membuat Kota Tarakan menjadi wilayah yang “bersinar”.
Reses kali ini, disambut antusias ratusan warga. Beberapa perwakilan RT menyampaikan keluhan dan usulan yang menjadi prioritas di lingkungan mereka.
Turut hadir juga perwakilan dari beberapa RT di luar Karang Rejo, seperti dari perwakilan Karang Harapan, Karang Anyar, hingga dari Bengkok Tarakan Tengah, menunjukkan jangkauan serap aspirasi yang luas.
Ketua RT 12 Karang Rejo, Mustakim, mempertanyakan minimnya alokasi pembangunan fisik di RT 12 dan RT 13 pada tahun ini, padahal menurutnya ini merupakan janji politik.
Ia menyoroti masalah drainase yang sangat dalam di wilayah tersebut saat hujan dan air.
“Jadi jalan kami di RT 12 sama RT 13 drainasenya sangat-sangat dalam, sehingga kita lewat dan jadi ini berapa RT kayaknya tidak ada dapat proyek di tahun ini,” keluh Mustakim.
Warga RT 16, Sulaiman, menyoroti dua masalah utama yaitu kebutuhan akan hidran yang terhubung langsung dengan pipa PDAM di daerah pesisir, serta pembangunan jembatan untuk akses jalan di pesisir, serta kebutuhan angkutan sampah untuk memudahkan pemungutan di wilayah tersebut.
Menanggapi berbagai usulan dan keluhan warga, Anggota DPRD Barokah menyampaikan aspirasi tersebut adalah tanggung jawab penuhnya. Ia berjanji akan menindaklanjuti semua usulan, berkolaborasi dengan Ketua Tim dan Ketua RT setempat.
“Kami punya prinsip suara rakyat adalah tanggung jawab kami. Makanya kami berharap bisa berkolaborasi dengan Pak RT sehingga kedepannya Kelurahan Karang Rejo betul bisa bersinar, bersih lampunya bersinar,” ujar Barokah.
Soal penanganan kebakaran dan hidran, Barokah menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran yang mitra kerjanya Komisi I. Ia menginformasikan rencana pemasangan hidran khusus dengan bahan anti-meleleh di daerah pesisir yang sulit dijangkau mobil pemadam.
”Memang sudah pernah kami usulkan lewat mitra kita yaitu dari PDAM maupun dari dinas kebakaran. Jadi intinya Kami mau minta tolong kepada dinas PDAM untuk memasang saluran pipa yang anti bakar, paling tidak kayak galvanis. Nah, kalau misalkan terjadi kebakaran, mereka tidak meleleh,” bebernya.
Barokah meminta supaya dibuatkan setiap 50 meter ada hidran pengontrol, sehingga ketika terjadi musibah kebakaran tinggal membuka.
“Kami berupaya semaksimal mungkin. Ini nanti tetap kita kolaborasi dengan PDAM dengan dinas kebakaran,” jelas Barokah.
Terkait masalah sampah, Barokah menyebut sesuai moto Partai NasDem yang perubahan, berkeinginan Karang Rejo “Bersinar” yaitu bersih dan terang.
“Tarakan khususnya Karang Rejo Insya Allah kami upayakan ya bersih bersinar yang artinya untuk wilayah itu bersih baik itu kebersihannya, bersinar itu untuk penerangannya Insya Allah akan menerangi,” katanya.
Ia menambahkan penerangan yang baik di malam hari diharapkan dapat mengurangi tindak kriminalitas seperti peredaran narkoba dan pencurian.
Barokah juga akan berkolaborasi dengan siswa-siswa SMP dan SMA untuk turun tangan membersihkan wilayah di daerah pesisir khususnya yang ada di Karangrejo.
Soal Penerangan Jalan Umum (PJU) khususnya di RT 13, 14, 15, dan 16 yang sempat ditarik kembali dan dialihkan pemerintah, Barokah akan mengusulkan kembali pemasangan PJU model terbaru yang anti-curi dan lebih efisien.
”Untuk di titik-titik yang masih memiliki tiang listrik, akan saya prioritas dan menggunakan dana pribadi,” ujarnya.
Barokah optimis dengan kolaborasi bersama anggota dewan Dapil Barat lainnya, semua usulan, termasuk pembangunan fisik dan akses jalan, dapat terealisasi. “Insya Allah akan menjadi prioritas, 2026 kita pekerjaan itu,” pungkasnya.(**)















Discussion about this post