TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) mengeluarkan desakan keras menjelang penutupan tahun anggaran 2025.
DPRD mendorong percepatan penyerapan APBD tahun ini, agar seluruh program pembangunan tidak mengalami kegagalan.
Ketua DPRD Kaltara, Achmad Jufri menekankan kecepatan pelaksanaan program adalah kunci untuk memenuhi target yang telah ditetapkan.
“Kami harapkan setiap OPD tingkatkan serapan anggaran dan pastikan program berjalan tepat waktu serta tepat sasaran,” pesan Djufrie,” Selasa (18/11/25).
Ia menilai, lambatnya penyerapan anggaran dapat berdampak serius pada masyarakat, karena proses pembangunan infrastruktur dan kualitas layanan publik.
“Ini dampaknya masyarakat yang dirugikan apabila serapan anggarannya rendah. Karena proses pembangunan infrastruktur juga tertunda,” tegasnya.
Maka dari itu, pemerintah diminta tidak menunda lagi pelaksanaan program, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat
Politisi Gerindra itu memperingatkan percepatan ini harus tetap berpegang teguh pada prinsip akuntabilitas dan kehati-hatian.
“Meskipun begitu, semua tetap harus berjalan sesuai mekanisme dan tidak melanggar aturan serta kehati-hatian,” pungkasnya.
DPRD Kaltara, kata Djufrie akan mendukung penuh langkah Pemprov dalam memangkas birokrasi, termasuk mempercepat administrasi, proses pengadaan barang/jasa, hingga eksekusi kegiatan di lapangan.
“Pesan saya jangan hanya menunggu di atas meja, OPD perlu turun langsung untuk melihat langsung pastikan semua berjalan sesuai tahapan,” tegasnya.
Djufrie berjanji pengawasan ketat dari DPRD terhadap setiap progres serapan APBD hingga batas akhir Desember.
“APBD harus menghasilkan manfaat nyata, dan pemerintah harus bertindak cepat,” pesannya.(**)














Discussion about this post