NUNUKAN, Fokusborneo.com – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Rismanto, turun langsung ke lapangan dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat pada agenda Reses Masa Persidangan II Tahun 2026.
Dalam kunjungannya di Desa Rahayu, Kelurahan Nunukan Barat, politisi Partai NasDem ini mendapati sejumlah persoalan klasik yang hingga kini masih membelenggu warga perbatasan.
Persoalan krisis air bersih menjadi isu paling krusial yang disuarakan masyarakat. Selama bertahun-tahun, warga Desa Rahayu harus mengandalkan sumur gali manual dengan sistem distribusi yang sangat terbatas.
”Kami menggali sumur sendiri, tapi untuk mengalirkan air ke rumah-rumah itu sangat sulit. Kami sangat berharap ada bantuan pipa atau pembangunan penampungan air bersih komunal agar kebutuhan harian kami lebih terjamin,” keluh salah seorang warga setempat, Senin (16/2/26).
Tak hanya urusan air, sektor pendidikan juga menghadapi kendala transportasi. Jarak tempuh menuju sekolah yang cukup jauh membuat warga mengusulkan pengadaan truk angkutan pelajar.
Warga mendorong agar pemerintah daerah membangun kolaborasi dengan pihak swasta, seperti PT SIL-SIP, untuk memfasilitasi kebutuhan armada antar-jemput siswa.
Di sektor ekonomi kerakyatan, para petani mengeluhkan kondisi jalan tani yang rusak parah. Akses yang becek dan berlumpur saat musim hujan menjadi penghambat utama dalam mendistribusikan hasil panen.
”Jalan tani ini urat nadi kami. Kalau hujan, akses lumpuh dan kami kesulitan mengangkut hasil bumi. Perbaikan infrastruktur ini sudah sangat mendesak bagi produktivitas petani,” tegas perwakilan kelompok tani di hadapan Rismanto.
Kesenjangan juga terlihat pada sektor energi dan digital. Di tengah masifnya digitalisasi, warga Desa Rahayu masih harus melakukan iuran mandiri untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) guna mengoperasikan genset listrik.
Sinyal internet yang tidak stabil juga dikeluhkan karena menghambat akses informasi dan pendidikan. Warga pun mengusulkan pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai solusi energi mandiri yang lebih murah.
Menanggapi rentetan keluhan tersebut, Rismanto yang juga duduk di Komisi III DPRD Kaltara menegaskan seluruh poin aspirasi telah dicatat untuk segera ditindaklanjuti secara struktural.
”Aspirasi ini bukan sekadar catatan formal. Masalah air bersih, jalan tani, listrik, hingga transportasi pelajar akan segera kami komunikasikan dengan dinas-dinas terkait. Kita akan kawal dan perjuangkan berdasarkan skala prioritas dan kapasitas anggaran daerah,” tegas Rismanto.
Lebih lanjut, Rismanto berkomitmen untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah dan pihak korporasi di sekitar wilayah tersebut. Ia menilai, reses adalah momentum penting untuk memotret realitas kebutuhan rakyat secara akurat guna menjadi bahan perjuangan di meja legislatif.
Setelah dari Desa Rahayu, Rismanto dijadwalkan akan melanjutkan agenda resesnya ke dua lokasi lain di Pulau Nunukan guna memastikan pemerataan serapan aspirasi masyarakat di Dapil IV.(**)















Discussion about this post