NUNUKAN, Fokusborneo.com – Sektor ekonomi menjadi sorotan tajam dalam agenda reses titik keempat Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir, yang berlangsung di Jalan Antasari, Kelurahan Nunukan Tengah, Jumat (20/2/26).
Di hadapan lebih dari 600 warga yang memadati lokasi hingga meluber ke jalanan, jeritan para petani rumput laut dan pelaku usaha kecil mendominasi jalannya serap aspirasi.
Momen reses yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama ini menjadi panggung bagi masyarakat pesisir dan pelaku ekonomi akar rumput untuk menumpahkan keluh kesah mereka langsung kepada wakil rakyat dari Fraksi PKS tersebut.
Aspirasi masyarakat yang hadir sangat kental dengan isu pemulihan ekonomi dan kemandirian usaha.
Keluhan paling mendesak datang dari para petani yang merasa terpukul oleh rendahnya harga rumput laut dalam beberapa tahun terakhir. Mereka menuntut campur tangan pemerintah provinsi untuk memberikan solusi nyata agar harga komoditas unggulan Nunukan ini kembali berpihak pada kesejahteraan petani.
Selain itu, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta kelompok nelayan secara spesifik mengusulkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) penunjang. Mereka membutuhkan alat tangkap modern dan mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas hasil alam.
Para pelaku UMKM menyuarakan pentingnya dukungan tambahan modal usaha serta bantuan peralatan produksi. Tanpa sentuhan teknologi dan modal yang cukup, pelaku usaha kecil di Nunukan merasa sulit untuk naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Masyarakat juga meminta adanya distribusi bantuan bibit ikan dan ternak yang berkualitas. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui diversifikasi usaha mandiri.
Melihat antusiasme warga yang hadir, Muhammad Nasir menegaskan isu perut rakyat akan menjadi prioritas utamanya di Komisi II DPRD Provinsi Kaltara.
”Kehadiran 600 lebih warga ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat kita sedang berjuang keras secara ekonomi. Masalah harga rumput laut, modal UMKM, hingga bantuan bibit ini bukan sekadar usulan, tapi kebutuhan mendesak. Saya berkomitmen mengawal setiap rupiah anggaran agar benar-benar menyentuh tangan petani, nelayan, dan pedagang kecil,” tegas Nasir.
Ia menambahkan, sinergi antara bantuan alat produksi dan kepastian harga pasar adalah kunci. Nasir berjanji akan membangun komunikasi intensif dengan dinas terkait di tingkat provinsi maupun kabupaten agar bantuan yang dikucurkan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Kegiatan yang ditutup dengan tausiyah Ramadan ini menegaskan pesan kuat politik harus hadir sebagai solusi bagi kesejahteraan rakyat, terutama dalam menjaga martabat ekonomi para pejuang di pesisir dan pasar.(*/mt)












Discussion about this post