NUNUKAN, Fokusborneo.com – Wajah masa depan Nunukan tampak jelas dalam agenda reses titik keempat Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir, di Jalan Antasari, Jumat (20/2/26).
Dari sekitar 600 warga yang memadati lokasi hingga meluber ke dalam rumah, kelompok Gen Z dan orang tua siswa menjadi yang paling vokal menyuarakan kegelisahan mereka terkait sektor pendidikan.
Meski acara dirangkaikan dengan buka puasa bersama yang penuh keakraban, suasana diskusi mendadak serius saat perwakilan generasi muda dan masyarakat mulai memaparkan rapor merah fasilitas pendidikan di wilayah perbatasan.
Aspirasi yang mencuat dalam pertemuan tersebut sangat spesifik mengarah pada tiga pilar utama pembangunan sumber daya manusia.
Perwakilan komunitas pelajar dan pemuda menegaskan Nunukan sedang mengalami ketertinggalan teknologi. Mereka mengeluhkan minimnya komputer dan laboratorium di sekolah-sekolah.
“Tanpa fasilitas dasar dan internet yang stabil di pedalaman, mustahil kami bisa bersaing dengan pemuda di kota besar,” tegas salah satu perwakilan pemuda.
Warga mengusulkan percepatan pembangunan gedung dan pengadaan alat peraga pendidikan. Masyarakat menilai, infrastruktur fisik sekolah yang memadai adalah fondasi utama agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan manusiawi dan efektif.
Begitu juga permohonan bantuan beasiswa menjadi usulan yang paling banyak diajukan, terutama keluarga kurang mampu.
Mereka berharap pemerintah provinsi hadir menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak Nunukan hingga ke jenjang perguruan tinggi melalui skema bantuan yang transparan dan tepat sasaran.
Menanggapi aspirasi tersebut, Muhammad Nasir yang duduk di Komisi II DPRD Kaltara menyatakan komitmennya untuk menjadikan isu pendidikan dan Gen Z sebagai prioritas dalam pembahasan anggaran.
”Kehadiran lebih dari 600 warga ini, terutama anak-anak muda kita, adalah sinyal bahwa mereka ingin maju. Kita tidak boleh membiarkan Gen Z Nunukan tertinggal hanya karena urusan fasilitas. Aspirasi mengenai beasiswa dan sarana sekolah ini akan saya kawal habis-habisan di tingkat provinsi,” ujar politisi PKS tersebut.
Nasir menambahkan investasi terbaik bagi Kaltara adalah pada kualitas manusianya. Ia berjanji akan menyinergikan usulan-usulan ini dengan program pemerintah daerah agar ada langkah konkret dalam pengadaan laboratorium digital dan pemerataan jaringan internet.
Kegiatan yang berlangsung semarak ini ditutup dengan tausiyah Ramadhan, mempertegas pesan bahwa perjuangan politik untuk pendidikan anak bangsa adalah bagian dari ibadah di bulan suci.(*/mt)














Discussion about this post