TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Vamelia Ibrahim, melontarkan pesan reflektif bagi kaum perempuan dan generasi muda di Bumi Benuanta.
Ia menegaskan musuh utama dalam meraih progresivitas bukanlah faktor eksternal, melainkan keraguan yang berakar di dalam pikiran sendiri.
Politisi PAN ini menyoroti fenomena psikologis yang kerap menghambat potensi seseorang, terutama rasa kurang percaya diri yang sering menghantui kaum hawa.
”Hambatan terbesar itu seringkali bukan datang dari luar, melainkan dari rasa ragu yang ada di dalam pikiran kita sendiri. Satu hal yang saya minta: jangan pernah meragukan kapasitas diri,” ujar Vamelia, Senin (2/3/26).
Selain isu kepercayaan diri, Vamelia juga memberikan perhatian khusus pada fenomena mentalitas lelah dan malas yang mulai menjadi tren di kalangan Gen Z.
Ia meminta anak muda untuk mampu membedakan antara kebutuhan untuk istirahat dan jebakan rasa malas.
”Untuk Gen Z, merasa lelah itu manusiawi, tapi jangan sampai menjadi malas. Kita punya tanggung jawab untuk membuktikan kapasitas kita melalui aksi nyata, bukan sekadar narasi,” tambahnya.
Dalam pandangannya, perempuan memiliki posisi strategis sebagai Madrasah Pertama atau pendidik utama dalam keluarga, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi di level akar rumput.
Ia menilai ketelitian perempuan dalam melihat masalah adalah aset penting bagi pembangunan daerah.
Vamelia mendorong agar kontribusi tersebut dimulai dari langkah-langkah kecil, seperti aktif dalam kelompok PKK atau komunitas lokal, sebelum melangkah ke ranah yang lebih luas.
Ia mengajak seluruh perempuan di Kaltara untuk berhenti berkompetisi secara tidak sehat dan mulai membangun kekuatan kolektif.
”Jadilah perempuan yang saling mendukung, bukan saling menjatuhkan. Ketika kita saling menjaga, tidak ada tantangan pembangunan di Kaltara yang tidak bisa kita lalui bersama-sama,” pungkasnya.(**)
















Discussion about this post