TARAKAN, Fokusborneo.com – Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus memacu percepatan penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengembangan Perbukuan dan Budaya Literasi.
Dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Swiss-Belhotel Tarakan, Selasa (10/3/26), Anggota Pansus IV, Muhammad Hatta, menekankan pentingnya mempelajari kegagalan daerah lain agar draf ini dapat rampung tepat waktu.
Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Pansus IV, Syamsuddin Arfah, serta dihadiri anggota lainnya seperti Supa’ad Hadianto, Vamelia, dan Siti Laela ini, fokus menyinkronkan draf Raperda bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Tim Pakar Ahli.
Dalam interupsinya, Muhammad Hatta menyoroti adanya informasi mengenai daerah lain, seperti Provinsi Banten, yang sebelumnya pernah membahas regulasi serupa namun tidak sampai pada tahap pengesahan.
Ia meminta tim pakar dan OPD untuk memetakan persoalan teknis maupun indikator yang menghambat proses tersebut di wilayah lain.
”Kita butuh semangat untuk menyelesaikan ini, tetapi kita juga perlu tahu sedikit persoalannya apa yang membuat daerah lain tidak sampai selesai. Jangan sampai ada persoalan atau indikasi yang sama kita hadapi di Kalimantan Utara sehingga ini nanti tidak bisa kita rampungkan,” ujar Hatta.
Politisi PPP itu menambahkan pemahaman terhadap kendala di daerah lain justru akan menjadi suntikan motivasi bagi Pansus IV untuk memastikan Kaltara memiliki payung hukum yang kuat terkait literasi.
Jika berhasil dirampungkan, Kaltara akan menjadi salah satu daerah yang progresif dalam mengatur pengembangan perbukuan dan budaya baca secara formal.
”Ini mungkin bisa disampaikan kepada kita semua supaya kita lebih semangat lagi untuk bisa menyelesaikan ini. Insyaallah, saya kira kita bisa menyelesaikan ini,” tegasnya.
Pembahasan Raperda ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dan legislatif dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat di Kaltara melalui regulasi yang komprehensif, mencakup distribusi buku hingga penguatan ekosistem budaya baca di tingkat regional.(*/mt)














Discussion about this post