TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Syamsuddin Arfah, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam perencanaan pembangunan daerah.
Ia mewanti-wanti agar forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik tidak terjebak dalam rutinitas administratif semata.
Hal tersebut ditegaskan Syamsuddin saat menghadiri Musrenbang Tematik yang digelar di Kantor Gubernur Kaltara, Senin (9/3/26).
Forum strategis ini mempertemukan jajaran pemerintah daerah dengan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan arah kebijakan Kaltara ke depan.
Menurut politisi PKS ini, Musrenbang Tematik adalah ruang krusial untuk membedah persoalan riil di lapangan melalui diskusi mendalam dan penyerapan aspirasi yang tepat.
“Musrenbang tematik ini menjadi ruang penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan. Kita ingin program pembangunan yang disusun benar-benar terarah dan efektif,” ujar Syamsuddin.
Lebih lanjut, ia menyoroti kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar kebijakan yang dihasilkan memiliki korelasi langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Syamsuddin Arfah berharap hasil dari forum ini tidak berhenti di atas kertas, melainkan segera ditindaklanjuti menjadi program kerja yang konkret.
“Kebijakan yang lahir jangan hanya bersifat administratif, tetapi harus benar-benar mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat di Kaltara,” tegasnya.
Anggota DPRD Provinsi Kaltara dapil Tarakan itu juga menyampaikan optimismenya sinergi yang terbangun dalam forum ini akan menjadi fondasi bagi pembangunan daerah yang lebih maju dan berkelanjutan.
“Semoga hasil dari forum ini dapat menjadi langkah nyata menuju pembangunan daerah yang lebih maju dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.(*/mt)













Discussion about this post