NUNUKAN, Fokusborneo.com – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dari Fraksi PKS, Muhammad Nasir, menegaskan komitmennya untuk menjadikan wilayah perbatasan sebagai prioritas utama pembangunan.
Hal ini disampaikannya saat menggelar reses yang dihadiri ratusan warga di Kecamatan Sebatik Utara, Rabu (13/5/25),
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut, warga Sebatik Utara tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menumpahkan curhatan mereka.
Berbagai persoalan krusial yang selama ini menghimpit masyarakat perbatasan mencuat ke permukaan, di antaranya usulan jaringan listrik baru dan program listrik gratis bagi warga kurang mampu. Perbaikan jalan tani, jembatan, dan peningkatan kualitas jalan lingkungan.
Persoalan lainnya terkait akses air bersih yang layak dan pemasangan lampu penerangan jalan. Termasuk bantuan modal usaha, perbaikan rumah ibadah, hingga beasiswa pendidikan bagi putra-putri daerah.
Muhammad Nasir memberikan pernyataan mengenai posisi strategis Sebatik. Baginya, perbatasan adalah wajah sekaligus beranda NKRI yang seharusnya tampil paling megah, bukan justru tertinggal.
“Wilayah perbatasan adalah beranda negara. Masyarakat di sini harus merasakan kehadiran negara secara nyata melalui pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar yang layak,” tegas Nasir.
Ia juga menyoroti masih adanya warga yang belum menikmati aliran listrik hingga saat ini adalah pekerjaan rumah besar yang harus segera dituntaskan.
Menurutnya, keadilan pembangunan harus dirasakan mereka yang berada di garda terdepan penjaga kedaulatan bangsa.
Politisi PKS ini memastikan seluruh aspirasi yang telah diserap tidak akan sekadar menjadi catatan di atas kertas. Nasir berkomitmen untuk memperjuangkan usulan warga dalam pembahasan di DPRD Provinsi Kaltara.
Tidak hanya itu, ia juga akan berkomunikasi intens dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan instansi terkait agar masuk dalam program prioritas. Serta Mendorong program beasiswa sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Kaltara.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan besar dari warga Sebatik Utara. Mereka berharap, melalui tangan dingin Muhammad Nasir, suara dari ujung utara Indonesia ini dapat bertransformasi menjadi aksi nyata yang mengubah wajah perbatasan menjadi lebih sejahtera dan berdaulat.(*/mt)














Discussion about this post