TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir, S.E., M.M., menegaskan menjadi anggota legislatif bukanlah sekadar mengejar jabatan semata, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Kaltara.
Hal tersebut disampaikan Muhammad Nasir saat menjadi narasumber dalam dialog santai di kanal YouTube benuanta.co.id.
Dalam kesempatan itu, ia menceritakan dinamika perjalanannya masuk ke dunia politik hingga pandangannya mengenai fungsi kedewanan dan potensi daerah.
Pria yang sebelumnya berlatar belakang sebagai pengusaha ini secara jujur mengakui awalnya ia tidak memiliki ketertarikan di dunia politik. Namun, sebagai bendahara partai berlambang beringin (Golkar) saat itu, ia diminta all out maju pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 demi menunjukkan loyalitasnya kepada partai dan ketua DPD.
”Sebenarnya tidak ada sama sekali pemikiran untuk hal-hal yang sifatnya di dunia politik. Tetapi setelah terpilih dan sekarang duduk menjadi anggota DPR, mau tidak mau saya harus menjalankan fungsi saya dengan seluruh tanggung jawab atas amanah rakyat,” ujar Nasir.
Sebagai Ketua KONI Provinsi Kaltara selama dua periode, Nasir juga menaruh perhatian besar pada sektor olahraga.
Ia melihat Kaltara memiliki sumber daya manusia (SDM) atlet yang sangat potensial, namun masih terkendala keterbatasan fasilitas, seperti tiadanya kolam renang yang representatif, yang memicu perpindahan atlet berprestasi ke provinsi lain.
Selain itu, ia menyoroti fenomena hilangnya pembinaan atlet usia muda pasca-lulus sekolah karena banyak yang memilih melanjutkan kuliah di luar daerah.
Menanggapi hal tersebut, Nasir memandang pemberian beasiswa daerah di universitas lokal bisa menjadi salah satu solusi, meski tantangan utamanya adalah mengubah mindset dan keinginan anak muda yang tetap ingin merasakan pengalaman berkuliah di kota besar.
Ia pun mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara di bawah kepemimpinan Gubernur Zainal Arifin Paliwang yang telah menyukseskan pelaksanaan Porprov I Kaltara, dan berharap dukungan anggaran tetap mengalir untuk pelaksanaan Porprov berikutnya di Kabupaten Malinau.
Hampir dua tahun mengemban amanah sebagai legislator sejak dilantik pada 2024, Nasir membeberkan salah satu aspirasi masyarakat yang tengah gencar dikoordinasikan DPRD, yakni persoalan lahan masyarakat di kawasan Tanah Kuning-Mangkupadi yang bersinggungan dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) KIPI.
Pihaknya terus berkomitmen mencari solusi bersama seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) agar tidak memberikan dampak buruk bagi warga lokal.
Menyikapi kondisi tahun 2026 yang diwarnai dengan berbagai kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, Nasir meminta masyarakat tidak berkecil hati.
“Harapan tata anggaran yang kita susun sebelumnya mungkin tidak sepenuhnya mencapai target di tahun 2026 ini karena efisiensi. Namun, ini bukan kemunduran, melainkan pelajaran bagi kita untuk lebih mengantisipasi keadaan ke depan,” tuturnya.
Di akhir dialognya, Muhammad Nasir memberikan pesan terbuka bagi seluruh masyarakat Kaltara. Ia meminta warga untuk tidak merasa sungkan atau takut mendatangi gedung legislatif untuk menyuarakan aspirasi mereka.
”Silakan datang, dan jangan pernah takut untuk datang ke kantor DPR. Karena kantor DPR itu adalah milik masyarakat, kami cuman perwakilan masyarakat di situ. Jadi jangan menganggap seakan-akan kamilah yang punya. Sebenarnya yang punya itu masyarakat, kami hanya orang yang dipercaya untuk masuk ke lembaga itu,” pungkas Nasir menutup komentarnya.(*/mt)











Discussion about this post