TARAKAN, Fokusborneo.com – Persoalan peredaran dan penyalahgunaan narkoba masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat di Kota Tarakan.
Hal ini mencuat saat Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Syamsuddin Arfah, menggelar kegiatan reses di Cafe Celebes, Kota Tarakan, Selasa (19/5/26).
Dalam jaring aspirasi tersebut, warga Kelurahan Selumit Pantai secara gamblang menyuarakan keprihatinan mereka mengenai kondisi peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggal mereka yang dinilai rawan.
Warga berharap adanya perubahan paradigma dalam penanganan hukum bagi para korban penyalahgunaan barang haram tersebut.
Menanggapi keluhan konstituennya, Syamsuddin Arfah menekankan pentingnya langkah rehabilitasi bagi para pengguna narkoba dibandingkan hanya mengedepankan tindakan kuratif berupa penangkapan.
Menurutnya, proses rehabilitasi jauh lebih efektif untuk memutus mata rantai ketergantungan.
“Warga berharap jangan hanya ditangkap saja, tapi kalau bisa direhabilitasi. Supaya ini jadi penting. Kalau ditangkap, nanti bebas bisa mengulangi, tapi kalau rehabilitasi, masalahnya bisa selesai. Nah, mereka berharap seperti itu,” ujar Syamsuddin.
Ia menambahkan, informasi mengenai kerawanan sosial ini didapat setelah dirinya memancing diskusi langsung dengan warga setempat.
Dari sana terungkap faktor lingkungan, masalah rumah tangga, hingga himpitan ekonomi menjadi pemicu utama maraknya penyakit masyarakat ini.
Sebagai tindak lanjut dari keluhan mendesak ini, politisi PKS tersebut menegaskan DPRD Kaltara tidak akan tinggal diam. Pihaknya berencana melakukan pertemuan resmi (anjangsana) dengan pimpinan aparat penegak hukum yang baru untuk menyampaikan langsung jeritan hati warga Selumit Pantai.
Hasil reses akan dikoordinasikan langsung dalam pertemuan bersama Kapolda Kaltara maupun Kapolres Tarakan yang baru untuk mendesak penguatan fasilitas serta program rehabilitasi bagi korban narkoba di wilayah Tarakan.
Meski mendorong aparat penegak hukum untuk lebih humanis melalui program rehabilitasi, Syamsuddin mengingatkan hulu dari pencegahan narkoba sebenarnya berada di lingkup terkecil masyarakat, yaitu keluarga.
Ia berpesan agar para orang tua di Tarakan, khususnya di Selumit Pantai, memperketat pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka.
”Ya memang harus diseriusi. Kalau saya sih berharap memang benteng dari keluarga. Dimulai dari keluarga lah. Orang tua yang kuat, keluarga yang bagus, itu akan sangat mempengaruhi (menekan angka narkoba),” pungkasnya.
Selain persoalan narkoba, dalam reses tersebut Syamsuddin Arfah juga menyerap beberapa aspirasi lain dari warga Tarakan, mulai dari kendala pelayanan BPJS Kesehatan, program beasiswa, penerimaan siswa baru (PPDB), pengembangan UMKM, hingga perbaikan akses jalan lingkungan.(*/mt)















Discussion about this post