TARAKAN, Fokusborneo.com – Ketegangan antara karyawan dan manajemen PT Intracawood Manufacturing akhirnya mereda.
Rencana aksi mogok massal yang sedianya digulirkan para karyawan dipastikan batal setelah perundingan maraton yang melibatkan unsur legislatif, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan membuahkan hasil positif, Kamis (5/11/26).
Pertemuan krusial yang dihelat langsung di kompleks pabrik PT Intracawood Manufacturing, Kelurahan Juata Permai, Tarakan, tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari jajaran DPRD Kota Tarakan, DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kaltara, Disnaker Tarakan, hingga pihak manajemen perusahaan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Syamsudin Arfah, menjelaskan mediasi tersebut berhasil mengunci beberapa poin penting demi melindungi hak-hak pekerja.
Salah satu poin paling mendesak adalah kepastian pelunasan sisa upah bulan Oktober yang sempat tertunda.
“Intinya ada tiga hal, yang pertama adalah penggajian untuk bulan ini 50%-nya nanti atau sisanya akan dibayarkan hari Senin tanggal 9,” ujar Syamsudin.
Tidak hanya berhenti pada penyelesaian upah bulan berjalan, Syamsudin menegaskan mekanisme penggajian untuk periode-periode selanjutnya wajib dikembalikan sepenuhnya pada aturan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
“Kemudian untuk penggajian yang akan datang dan selanjutnya itu dilakukan sesuai dengan PKB, yaitu PKB-nya itu paling lambat tanggal 3. Selanjutnya untuk tunjangan hari raya yaitu satu minggu sebelum hari H, yaitu kemungkinan tanggal 18, kalau untuk yang natal,” imbuhnya.
Berkat tercapainya titik temu ini, legislatif secara tegas meminta para karyawan untuk mengurungkan niat turun ke jalan dan membatalkan aksi mogok yang dijadwalkan mulai Jumat (6/11/26).
“Selanjutnya karyawan diminta untuk tidak mogok kerja keesokan hari,” tegas Syamsudin.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan pihak manajemen agar senantiasa mengedepankan ruang dialog terbuka dan merangkul serikat pekerja guna mencegah potensi konflik industrial di masa mendatang.
“Kemudian untuk tambahan selanjutnya nanti kita minta dari perusahaan jikalau ada apa-apa segeralah berkomunikasi untuk merangkul semua serikat pekerja sehingga ini bisa diselesaikan dengan jalan yang baik,” tambahnya.
Dari kubu katyawan, Ketua Serikat Pekerja PT Intracawood Manufacturing, Julius, menyambut baik hasil kesepakatan yang didapat usai melalui proses negosiasi yang cukup menguras energi tersebut.
Ia mengakui pihaknya sempat mematok sejumlah target prioritas, khususnya terkait jaminan kepastian arus kas gaji di masa depan.
Julius merasa lega karena target utama buruh akhirnya terpenuhi secara proporsional. Dengan adanya kepastian sisa gaji Oktober akan dilunasi awal pekan depan dan sistem penggajian bulan berikutnya kembali normal sesuai PKB, pihak serikat pekerja langsung mengambil langkah administratif untuk mencabut surat pemberitahuan aksi yang sebelumnya telah dilayangkan secara resmi.
Meskipun sempat ada dinamika dan perbedaan pendapat kecil di tingkat akar rumput, Julius memastikan keputusan kolektif ini telah diterima dengan baik seluruh anggota.
“Ya, batal mogok kerja karena kesepakatan sudah dijalankan,” pungkasnya.
Ia juga menambahkan pihak karyawan bersama para pemangku kepentingan telah meneken nota kesepakatan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Makanya kan kita buat kita buat kesepakatan dan ditandatangani semua stakeholder tadi, makanya gitu yang lama tadi kami tunggu. Begitu jadi itu jadi acuan,” tutupnya.
Dengan demikian, aktivitas operasional pabrik dipastikan akan berjalan kondusif tanpa adanya gangguan aksi mogok kerja.(**)












Discussion about this post