NUNUKAN – Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Polda Kaltara) melalui jajaran Kepolisian Resor (Polres) Nunukan terus menancapkan komitmen kuat dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional menuju swasembada pangan. Langkah nyata ini kembali ditunjukkan oleh personel Polsek Sebatik Barat yang aktif melakukan pendampingan langsung pada kegiatan panen jagung di lahan pertanian Kelompok Tani Anak Maspul, Jalan Maspul RT 03, Desa Maspul, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan.
Kegiatan panen yang berlangsung pada Sabtu (6/6/2026) tersebut dikawal langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Maspul, BRIPDA Andi Ananda Herdian Azis. Menariknya, komoditas jagung ini dipanen di atas lahan tumpangsari yang terintegrasi dengan tanaman kelapa sawit milik petani setempat, Pak Aziz, yang dikelola bersama Kelompok Tani Anak Maspul di bawah pimpinan Bapak Wajang.
Jagung yang dipanen merupakan varietas Jagung Hibrida merek Hebat jenis ASA, yang merupakan stimulan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Nunukan. Komoditas ini mulai ditanam pada akhir Februari 2026 lalu sebagai bagian dari program strategis pemanfaatan lahan produktif di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Adapun total luasan lahan tumpangsari yang dipanen kali ini masing-masing mencapai sekitar 0,18 are dan 0,23 are. Hingga berita ini diturunkan, hasil panen masih dalam tahap pengupasan tradisional oleh warga dan personel kepolisian, sehingga belum dilakukan proses pemipilan maupun penimbangan bobot total produksi.
”Polri hadir tidak hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai mitra strategis yang siap mengawal setiap kebijakan pemerintah. Melalui pendampingan melekat ini, kami berharap dapat membakar motivasi para petani di perbatasan untuk terus meningkatkan produktivitasnya,” ujar Kapolsek Sebatik Barat sejalan dengan arahan pimpinan Polda Kaltara.
Keterlibatan aktif jajaran Polda Kaltara dalam sektor pertanian ini merupakan implementasi nyata dari instruksi Kapolri untuk mendorong akselerasi swasembada pangan. Selain menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan, Polri mengambil peran interaktif sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat bawah.
Melalui sinergi yang harmonis antara Polda Kaltara, pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat, diharapkan program ketahanan pangan di wilayah hukum Kabupaten Nunukan dapat berjalan secara berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi kuat dalam mendongkrak kesejahteraan ekonomi para petani di beranda depan nusantara. (**)















Discussion about this post