KALTARA, Fokusborneo.com – Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Mohammad Sjahroni, S.E., M.Han., menyambut kunjungan kerja Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin ke dua satuan Teritorial Pembangunan di Kalimantan Utara, 2–3 Oktober 2026.
Kunjungan pertama berlangsung di Markas Yonif TP 880/Benuanta, Kabupaten Bulungan, Jumat (2/10/2026). Sehari kemudian, agenda dilanjutkan ke Yonif TP 922/Upun Taka, Kabupaten Tana Tidung, Sabtu (3/10/2026).
Danrem 092/Maharajalila turut mendampingi Menhan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi satuan sekaligus kesiapan prajurit yang mengemban tugas di wilayah perbatasan.
Dalam pertemuan dengan personel, Sjafrie menekankan pentingnya kemampuan, kedisiplinan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi karakteristik serta tantangan kawasan perbatasan.
Menurut Sjafrie, prajurit Teritorial Pembangunan harus mampu menjalankan tugas secara profesional. Kehadiran mereka juga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang berada di sekitar satuan.

“Sebagai batalyon teritorial pembangunan, prajurit dilengkapi peralatan dan keterampilan. Tujuannya agar rakyat di sekelilingmu merasa aman dan merasa nyaman atas kehadiran prajurit,” pesan Sjafrie kepada para prajurit.
Menhan juga meminta kemampuan keprajuritan dan profesionalisme terus dipelihara melalui latihan serta pelaksanaan tugas yang disiplin. Kesiapan menghadapi berbagai kondisi di lapangan menjadi bagian penting dalam menjalankan tanggung jawab di kawasan perbatasan.
Keberadaan Yonif TP di wilayah perbatasan turut memiliki peran dalam mendukung pertahanan negara dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, prajurit juga dituntut membangun hubungan yang baik dengan masyarakat di wilayah penugasan.
Bagi personel, arahan tersebut menjadi penguatan untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sekaligus menjaga kesiapan selama bertugas di wilayah perbatasan.
Dalam kunjungan ke Yonif TP 880/Benuanta dan Yonif TP 922/Upun Taka, Menhan didampingi Wakil Panglima TNI, Kabaloghan Kemhan RI, Sekjen Kemhan serta Pangdam VI/Mulawarman.(**)















Discussion about this post