TARAKAN, Fokusborneo.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara), Jufri Budiman, menyoroti urgensi pemberian pelatihan dan pembinaan usaha yang intensif bagi warga, terutama mereka yang tinggal di area perbatasan langsung dengan Malaysia.
Menurut Jufri, upaya peningkatan kapabilitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah langkah krusial demi menggenjot daya saing produk-produk daerah.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kaltara menekankan masyarakat di perbatasan harus dibekali kemampuan mumpuni agar produk mereka bisa berkompetisi.
”Kami memandang bahwa pelatihan untuk masyarakat di kawasan perbatasan ini sifatnya fundamental. Ini adalah cara kita meningkatkan kualitas produk UMKM agar mereka benar-benar dapat bersaing secara setara dengan produk yang datang dari negara tetangga,” ujar Jufri Budiman, Senin (24/11/25).
Jufri menambahkan, mengingat Kaltara merupakan provinsi yang baru berdiri, sektor industri kecil dan menengah (IKM) memerlukan fokus perhatian yang lebih spesifik.
“Sebagai provinsi yang usianya masih muda, fokus kita harus jelas yaitu menguatkan fondasi industri kecil agar pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan kita semakin solid,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi program pembinaan, pelatihan, serta fasilitasi pemasaran, menilai semua itu sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
“Setiap kegiatan yang menawarkan pelatihan dan pembinaan usaha nyata memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Ini bukan sekadar formalitas, namun memiliki dampak langsung terhadap peningkatkan kesejahteraan ekonomi,” paparnya.
Lebih lanjut, Jufri menegaskan pihaknya konsisten mendorong Pemerintah Provinsi agar memberikan atensi yang jauh lebih besar kepada wilayah perbatasan. Wilayah ini, sebutnya, selalu berhadapan langsung dengan cepatnya dinamika perdagangan dari Malaysia.
”Jika masyarakat kita tidak memiliki bekal keterampilan yang memadai, ekonomi kita berpotensi tertinggal dari negara sebelah. Karena alasan inilah, program pelatihan harus berjalan teratur, rutin, dan memiliki arah yang jelas,” tegas Jufri.
Politisi Gerindra itu menyampaikan harapan agar jangkauan pembinaan bisa diperluas, tidak hanya berpusat di ibu kota kabupaten saja, tetapi juga menyentuh kecamatan-kecamatan yang terisolir.
”Intinya, UMKM di perbatasan harus mendapatkan dukungan komprehensif, mulai dari peningkatan mutu produk, manajemen usaha, hingga pembukaan akses pasar. Itu adalah kunci keberhasilan mereka,” tutupnya.(**)















Discussion about this post