• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Jangan Asal Tanam, Ini Pentingnya Barcode dan Label Biru Bibit Sawit

by Redaksi
11 Januari 2026 15:43
in Daerah
A A
Jangan Asal Tanam, Ini Pentingnya Barcode dan Label Biru Bibit Sawit

Ketua DPW APKASINDO Kaltara, Muhammad Khoiruddin. Foto: Fokusborneo.com

TARAKAN, Fokusborneo.com – Kualitas bibit menjadi faktor penentu utama dalam keberhasilan budidaya kelapa sawit.

Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Khoiruddin, menegaskan petani tidak boleh sembarang dalam memilih bibit jika ingin mendapatkan hasil produksi yang maksimal.

Baca Juga

Gubernur Kaltara Tegaskan Larangan Gratifikasi bagi ASN Jelang Idulfitri 1447 H

Cuti Bersama Ikuti Edaran Kemendagri, Pelayanan Publik Tetap Jalan

Gerakan KTT Berzakat Resmi Dimulai, Pemkab Tana Tidung Perkuat Peran Baznas

Strategi “Perang Udara” Upaya BPJS Ketenagakerjaan Genjot Kepesertaan di Kalimantan

​​Khoiruddin menyoroti fenomena replanting (peremajaan) yang kini mulai marak di Kabupaten Nunukan. Menurutnya, banyak kebun yang harus diremajakan lebih awal karena kesalahan di masa lalu, yakni penggunaan bibit yang tidak jelas asal-usulnya.

​”Faktanya, bibit sulit didapat di Kaltara. Di Nunukan, banyak petani melakukan replanting karena dulu menggunakan bibit ‘asal comot’ atau mengambil bibit di bawah pohon induk. Padahal, bibit unggul harus memiliki sertifikat label biru dan setiap bijinya dilengkapi dengan barcode,” jelas Khoiruddin, Minggu (11/1/26).

​Salah satu alasan minimnya penggunaan bibit unggul di Kaltara adalah sulitnya akses pengadaan. Saat ini, penyedia bibit bersertifikat di Indonesia hanya berjumlah sekitar 13 perusahaan yang mayoritas berlokasi di Sumatra.

​Sistem pembeliannya pun bersifat made by order dengan prosedur yang ketat dimana bibit diproduksi sesuai nama pemesan dan lokasi lahan yang spesifik.

Selain itu, pemesan wajib menyertakan sertifikat tanah dan surat pendukung lainnya. Belum adanya penangkar resmi di Kaltara, juga membuat proses pengiriman dari luar pulau menjadi satu-satunya jalan.

​Ketiadaan penangkaran lokal juga menghambat program bantuan bibit dari pemerintah daerah. Syarat pengadaan pemerintah mewajibkan bibit berlabel biru dan sudah berusia minimal 8 bulan (siap tanam).

​”Inilah mengapa pengadaan bibit oleh pemerintah di Kaltara sering menemui jalan buntu. Tanpa adanya penangkar lokal yang mengantongi izin dari Balai di Samarinda, akses terhadap bibit bersertifikat sangat terbatas,” tambahnya.

Khoiruddin mengingatkan kelapa sawit adalah komoditas jangka panjang dengan masa produktif lebih dari 25 tahun. Kesalahan memilih bibit di awal akan berdampak fatal pada ekonomi petani di masa depan.

“Salah satunya harus menunggu 3 tahun masa tanam hingga panen hanya untuk mendapati buah tidak produktif. Selain itu, pupuk dan perawatan terbuang sia-sia pada tanaman berkualitas rendah,” ujarnya.

Persolan lainnya, potensi lahan terbuang karena pohon tidak menghasilkan buah secara optimal.

Ke depannya, industri sawit akan semakin modern. Setiap titik tanam akan terpantau secara digital untuk memastikan kemitraan antara perusahaan dan petani berjalan transparan.(*/mt)

Tags: APKASINDOAsosiasi Petani Kelapa Sawit IndonesiaBibit Kelapa SawitKelapa SawitMuhammad KhoiruddinPerkebunanPetani Kelapa Sawit

Berita Lainnya

Daerah

Gubernur Kaltara Tegaskan Larangan Gratifikasi bagi ASN Jelang Idulfitri 1447 H

4 Maret 2026 18:03
Daerah

Cuti Bersama Ikuti Edaran Kemendagri, Pelayanan Publik Tetap Jalan

4 Maret 2026 15:19
Daerah

Gerakan KTT Berzakat Resmi Dimulai, Pemkab Tana Tidung Perkuat Peran Baznas

4 Maret 2026 14:36
Daerah

Strategi “Perang Udara” Upaya BPJS Ketenagakerjaan Genjot Kepesertaan di Kalimantan

4 Maret 2026 11:17
Daerah

Di Masjid Baiturrahman Kujau, Bupati Tegaskan Komitmen Pelayanan Kesehatan

4 Maret 2026 08:02
Daerah

Gubernur Kaltara Dorong Optimalisasi Zakat ASN untuk Perkuat Pemerataan Ekonomi

4 Maret 2026 07:27
Next Post
Begini Cara Thailand Memajukan UMKM dan Memuliakan PKL

Begini Cara Thailand Memajukan UMKM dan Memuliakan PKL

Perdana, Khidmat Sholat Subuh Berjamaah bersama Menteri Agama RI di Masjid Negara

Perdana, Khidmat Sholat Subuh Berjamaah bersama Menteri Agama RI di Masjid Negara

IKN Masuki Babak Baru, Pertamina Group Siap Dukung Energi Bersih dan Pendidikan Nusantara

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Penyesuaian Anggaran, 361 Tenaga Non-ASN DLH Tarakan Resmi Dialihdayakan

    Penyesuaian Anggaran, 361 Tenaga Non-ASN DLH Tarakan Resmi Dialihdayakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Putus Total, Polresta Bulungan Arahkan Jalur Alternatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bertemu Menteri PKP, Gubernur Kaltara Berhasil Perjuangkan 2.000 Unit Rumah Subsidi untuk Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SMA Negeri 5 Tarakan Resmi Beroperasi, Kebutuhan Ruang Belajar Masih Jadi Tantangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Vamelia Ibrahim Sukses Pertahankan Riset Aplikasi BUSAK PAUD, Perkuat Pemantauan Literasi Anak Secara Terukur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Memasuki Ramadan, BPS Tarakan Catat Inflasi 0,58 Persen pada Februari 2026

4 Maret 2026 21:48
Rismanto Desak Perbaikan Infrastruktur Demi Tarik Investor ke Nunukan

Rismanto Minta Pertamina Benahi Penyakit APMS di Nunukan

4 Maret 2026 21:41
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP