TARAKAN, Fokusborneo.com – Dalam upaya memperkuat sinergitas dan kolaborasi antarinstansi, Karantina Kalimantan Utara melakukan koordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Tarakan, Jumat (30/1/2026). Tim Karantina Kalimantan Utara diterima langsung oleh Kepala BKK Kelas I Tarakan, dr. Aryanti, MM, MKM.
Penguatan sinergi dinilai penting mengingat Provinsi Kalimantan Utara merupakan wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, sehingga membutuhkan peran bersama dalam upaya melindungi masyarakat dan wilayah dari berbagai ancaman kesehatan. Salah satu fokus kolaborasi tersebut adalah pencegahan penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Salah satu penyakit zoonosis yang menjadi perhatian serius adalah penyakit Nipah. Penyakit ini merupakan zoonosis re-emerging yang dapat menular dari hewan ke manusia, baik melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi maupun melalui produk hewan yang terkontaminasi. Kelelawar diketahui berperan sebagai reservoir virus Nipah, sementara babi berpotensi menjadi inang perantara dalam penularan ke manusia.
Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan langkah-langkah kolaboratif, terutama di pintu-pintu pemasukan dari luar negeri seperti Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan pelabuhan internasional. Karantina Kalimantan Utara akan berfokus pada pencegahan lalu lintas media pembawa yang berpotensi menularkan virus Nipah, seperti hewan, produk hewan, tumbuhan, produk tumbuhan, serta alat angkut, khususnya yang berasal dari negara tertular atau belum bebas virus Nipah.
Sementara itu, BKK Kelas I Tarakan akan berfokus pada pengawasan lalu lintas manusia dan faktor lingkungan, mengingat Kalimantan Utara merupakan wilayah perbatasan negara dengan mobilitas penduduk yang cukup tinggi.
Kepala Karantina Kalimantan Utara, Ichi Langlang Buana Machmud, menyampaikan apresiasi atas komitmen BKK Kelas I Tarakan dalam upaya mitigasi risiko penyebaran penyakit Nipah di Kalimantan Utara.
“Karantina Kaltara dan BKK Kelas I Tarakan siap bersinergi melindungi masyarakat dengan meminimalisir potensi masuknya virus Nipah melalui pintu-pintu pemasukan di Kalimantan Utara,” ujarnya.
Sinergi dan kolaborasi antara Karantina Kalimantan Utara dan BKK Kelas I Tarakan ini merupakan implementasi konsep One Health, yakni pendekatan terpadu yang melibatkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit zoonosis.(**)














Discussion about this post