TARAKAN, Fokusborneo.com – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Borneo Tarakan (UBT), Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo, S.E., M.Si., memberikan tanggapan dan klarifikasi terkait isu mengenai kegiatan Tur Akademik mahasiswa Program Studi Magister Manajemen yang belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial.
Prof. Mohamad Nur Utomo menjelaskan agenda tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan di prodi Magister Manajemen yang dirancang untuk pengayaan dan peningkatan kompetensi mahasiswa.
Kegiatan yang telah berjalan selama tiga angkatan ini di antaranya meliputi kunjungan ke Universitas Malaysia Sabah (UMS) untuk seminar internasional serta kunjungan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
”Karena kegiatan ini sifatnya penambahan kompetensi dan tidak terstruktur dalam kurikulum, maka pembiayaannya tidak masuk dalam skema pembiayaan UBT,” terang Mohamad Nur Utomo, Kamis (14/8/26).
Menanggapi tuduhan seputar iuran sebesar Rp3 juta bagi mahasiswa yang tidak dapat ikut serta, Dekan FEB menepis anggapan nominal tersebut bersifat wajib atau mutlak. Penetapan angka tersebut lahir dari forum musyawarah dan kesepakatan bersama antar mahasiswa sejak awal semester untuk mendukung kelancaran kegiatan secara kolektif.
Faktanya, pihak fakultas dan panitia tidak pernah menagih atau memberatkan mahasiswa yang tidak bisa ikut maupun tidak membayar iuran tersebut. Seluruh mahasiswa tetap mendapatkan hak akademiknya secara setara, mulai dari proses pembelajaran, ujian, hingga kelulusan tanpa ada diskriminasi.
Ia juga meluruskan isu yang menyebutkan dana iuran tersebut digunakan untuk kepentingan institusi atau membiayai dosen pendamping. Seluruh anggaran yang terkumpul dikelola secara transparan dari dan oleh panitia mahasiswa demi kelancaran kegiatan pendukung, seperti tur akademik 4 hari tersebut.
Terkait dinamika di Media Sosial (Medos) yang berkembang menjadi spekulasi, pihak FEB UBT menganggapnya sebagai masukan untuk evaluasi pelaksanaan di masa mendatang, sembari tetap terbuka menerima aspirasi demi perbaikan kualitas kegiatan akademik ke depan.(**)













Discussion about this post