TARAKAN, Fokusborneo.com – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Kafe For You pada Minggu (15/2/26). Di tengah nuansa perayaan Imlek yang masih kental, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Komaruddin, menggelar agenda reses masa persidangan tahun 2026.
Pertemuan ini bukan sekadar formalitas politik, melainkan ruang diskusi terbuka bagi komunitas Tionghoa di Tarakan untuk menyuarakan harapan mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Komaruddin menegaskan kerukunan antarumat beragama adalah fondasi utama pembangunan di Kaltara. Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman etnis dan budaya yang ada di Bumi Paguntaka.
”Pesan utama yang saya titipkan kepada saudara-saudara kita adalah terus menjaga toleransi beragama. Harmonisasi dalam keberagaman ini adalah modal kita untuk membangun Kaltara yang lebih baik ke depannya,” ujar politisi PAN.
Meskipun suasana pertemuan berlangsung santai, aspirasi yang disampaikan warga tetap tajam dan substansial. Warga yang hadir, mayoritas berasal dari wilayah Karang Anyar dan Kampung Bugis, mengungkapkan meski perhatian pemerintah selama ini sudah cukup baik, masih ada celah pembangunan yang perlu segera ditambal oleh lembaga legislatif.
Keluhan utama masyarakat tertuju pada kondisi infrastruktur dasar di pemukiman mereka meliputi masih banyak akses jalan di dalam gang atau pemukiman warga yang kondisinya belum layak atau mengalami kerusakan, sehingga menyulitkan mobilitas harian.
Masalah lainnya soal saluran air (drainase) menjadi momok bagi warga, terutama saat intensitas hujan tinggi, karena seringkali memicu genangan akibat aliran air yang tidak lancar.
Warga berharap peran DPRD bisa lebih nyata dalam merangkul komunitas Tionghoa agar merasa lebih dilibatkan dalam gerak pembangunan daerah.
”Sebagian besar usulan memang mengerucut pada jalan lingkungan dan fasilitas drainase yang masih tersumbat. Ini yang akan menjadi catatan prioritas saya untuk didorong ke pemerintah provinsi,” tegas Komaruddin.
Menanggapi deretan aspirasi tersebut, Komaruddin menyatakan komitmennya untuk mengawal setiap usulan agar tidak hanya berakhir di meja diskusi. Ia berencana membawa poin-poin tersebut ke dalam rapat-rapat strategis bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.
Terkait waktu pelaksanaan, ia memberikan angin segar bagi warga. Jika tidak ada kendala teknis yang berarti, ia mengupayakan agar usulan-usulan mendesak tersebut bisa terakomodir secepatnya.
”Kita akan dorong terus. Harapan saya, usulan ini bisa masuk dalam skema Anggaran Perubahan tahun 2026. Jika belum sempat, tentu akan kita kawal di tahun anggaran 2027. Namun, fokus kita adalah percepatan di tahun ini,” tambahnya.
Agenda reses ini merupakan satu dari lima titik pertemuan yang dijadwalkan Komaruddin di wilayah konstituennya untuk memastikan suara masyarakat dari berbagai lapisan dapat terdengar langsung oleh para pengambil kebijakan.(*/mt)















Discussion about this post