NUNUKAN, Fokusborneo.com – Meski sedang menjalankan ibadah puasa, warga RT 14 Desa Binusan Dalam tetap antusias menyambut kedatangan Anggota Komisi III DPRD Kaltara, Rismanto, dalam agenda Reses Masa Persidangan II Tahun 2026, Minggu (22/2/26).
Momen ini dimanfaatkan warga, khususnya para petani lahan kering, untuk “curhat” mengenai kendala produksi yang mereka hadapi.
Herman, perwakilan Kelompok Tani Sinar Binusan, membeberkan bahwa stok pupuk dan bibit sayuran menjadi persoalan yang paling menghimpit.
”Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Pak Dewan. Jujur, kami kekurangan pupuk dan bibit sayuran seperti sawi hingga tomat. Padahal, satu kilo bibit yang kami sebar bisa menghasilkan tiga bedeng sayuran,” ungkap Herman.
Selain sarana pertanian, Herman juga mencemaskan kondisi jembatan kayu di wilayah mereka yang sudah mulai lapuk. Ia berharap akses utama pengendara motor tersebut segera dipermanenkan sebelum memakan korban.
Mendengar keluhan tersebut, legislator dari Partai NasDem ini menegaskan sektor pertanian harus menjadi prioritas karena merupakan nadi ekonomi desa. Ia berkomitmen untuk membawa usulan pengadaan bibit, pupuk, hingga mesin penggilingan padi ke meja koordinasi dinas terkait.
Ia akan mengupayakan koordinasi dengan Dinas Pertanian agar bantuan masuk dalam skema anggaran terdekat. Termasuk memperjuangkan mesin penggilingan padi agar biaya operasional petani lebih hemat.
Selain itu, mendorong pemerintah daerah untuk mengecek jembatan kayu yang rawan amblas demi keselamatan warga.
“Kehadiran saya di sini untuk memastikan suara warga tidak menguap begitu saja. Pertanian adalah tulang punggung ekonomi, maka bantuannya harus konkret,” tegas Rismanto.
Ia menutup pertemuan dengan menekankan hasil reses ini akan diperjuangkan secara maksimal dalam kebijakan penganggaran di DPRD Kaltara.(*/mt)












Discussion about this post