TARAKAN, Fokusborneo.com – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti acara Pelepasan Murid Kelas IX SMP Negeri 1 Kota Tarakan Tahun Pembelajaran 2025/2026, Selasa (2/6/26).
Mengusung tema “Generasi Emas yang Bermartabat, Berkarakter, untuk Meraih Masa Depan”, prosesi pelepasan ini menjadi momentum penting bagi ratusan siswa untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Dari total 342 siswa yang terdaftar, sekolah mengumumkan persentase kelulusan tahun ini mencapai 99,12%, di mana sebanyak 339 siswa dinyatakan lulus dan 3 siswa harus mengulang. Meskipun mencatatkan prestasi akademik yang gemilang, pihak sekolah mengakui adanya secercah kesedihan karena belum mampu mencapai target kelulusan sempurna.
Kepala SMP Negeri 1 Kota Tarakan, Rachmat, mengungkapkan rasa emosionalnya dalam momen perpisahan ini. Di satu sisi, ia sangat bangga dengan dukungan luar biasa dari para orang tua murid dan komite sekolah.
Namun di sisi lain, ia tidak dapat menyembunyikan rasa sedihnya karena ada tiga anak didiknya yang belum berhasil lulus tahun ini.
“Tahun ini menjadi tahun kesedihan bagi kami, terutama bagi saya pribadi, karena tidak bisa meluluskan 100 persen siswa. Ada tiga anak saya yang harus mengulang. Namun, ini juga menjadi pengingat bagi orang tua bahwa dalam Kurikulum Merdeka saat ini, anak tidak serta-merta harus naik atau lulus terus. Banyak indikator penilaian yang harus diperhatikan, mulai dari kognitif, sikap, hingga kehadiran,” ujar Rachmat.

Kendati demikian, Rachmat mengapresiasi capaian luar biasa anak didiknya pada Tes Kemampuan Akademik (TKA). SMPN 1 Koya Tarakan berhasil mencatatkan nilai sempurna (100) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Acara pelepasan juga dimeriahkan berbagai bakat siswa, mulai dari penampilan ansambel musik, tari modern, menyanyi tunggal, hingga pantomim berprestasi yang siap melaju ke tingkat nasional.
Rachmat menekankan kecerdasan anak tidak melulu soal matematika, tetapi juga seni dan musik yang dapat membawa mereka menuju kesuksesan.
Hadir dalam acara tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Walikota Tarakan, Ibnu Saud, memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pihak sekolah yang sukses menggelar acara dengan sangat baik, terstruktur, dan penuh kreativitas di tengah berbagai keterbatasan yang ada.
Ibnu Saud mengingatkan para siswa perpisahan ini hanyalah sebuah fase yang harus dilewati untuk naik ke level berikutnya.
Ia bahkan mengutip filosofi dari lagu band Tipe-X untuk menggambarkan makna sebuah perpisahan.
“Perpisahan itu membuat kita mirip-mirip saja, tinggal bagaimana kita menghadapi dan memberikan penataan kepada setiap menit yang kita miliki,” tutur Ibnu Saud.

Ibnu Saud juga mengapresiasi kesabaran para guru yang tanpa lelah menghadapi tantangan dan beragam karakteristik murid demi mencetak generasi masa depan.
“Kepada Bapak dan Ibu guru sekalian, tentu kami haturkan jutaan terima kasih karena telah bersedia membimbing anak-anak kami. Guru-guru di sini telah luar biasa berkiprah, menghadapi berbagai macam tantangan dan karakteristik peserta didik yang ada di sekolah ini,” ungkap Ibnu Saud.
Lebih lanjut, Ibnu Saud memberikan pesan mendalam kepada para orang tua murid agar terus hadir mendampingi proses tumbuh kembang anak secara bijak.
Ia meminta orang tua untuk mengarahkan dan melanjutkan pendidikan anak-anak mereka sesuai dengan minat dan bakat alami yang dimiliki, bukan karena paksaan.
“Percayalah, tidak ada satu bidang ilmu yang paling hebat, kecuali bidang yang kita kuasai. Kalau anak memiliki bakat hebat di bidang seni, mereka bisa sukses menjadi seperti Tulus atau Ahmad Dhani. Sebaliknya, jika anak tidak punya bakat di seni tapi dipaksa belajar matematika, mereka hanya akan merasa menjadi yang paling bodoh di kelasnya. Kita harus menjadi yang terbaik di bidang kita sendiri, karena dari sanalah kita akan mendapatkan posisi-posisi penting,” tegasnya.
Plt. Walikota menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tarakan dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui sektor pendidikan. Hal ini selaras dengan program-program strategis negara, termasuk pemberian asupan makanan bergizi guna mempersiapkan generasi masa depan.
“Pemerintah dan negara berupaya hadir di setiap proses ini. Semua ini ditujukan agar apa yang tertulis dalam tema acara hari ini Generasi Emas benar-benar bisa tercapai (achievable) pada tahun 2045 mendatang. Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang kuat, tinggi, pintar, cerdas, dan yang paling penting adalah bermartabat serta memiliki etika,” tegasnya.
Ibnu Saud memberikan ucapan selamat kepada seluruh siswa yang telah lulus. Ia mendoakan agar alumni SMPN 1 Kota Tarakan dapat melanjutkan pendidikan ke berbagai sekolah favorit, baik di dalam daerah, tingkat nasional, hingga ke luar negeri (overseas).












Discussion about this post