TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Bustan, S.E., M.Si., mengikuti kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Event Berbasis Kearifan Lokal yang digelar oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bekerja sama dengan Komisi VII DPR RI. Kegiatan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong pelestarian budaya daerah sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Bustan, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan Komisi VII DPR RI atas terselenggaranya kegiatan ini,” ujarnya, Selasa (3/3/26)
Menurutnya, di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu pesat, daerah dihadapkan pada tantangan untuk tetap menjaga jati diri dan identitas budaya. Ia menegaskan bahwa kearifan lokal bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan nilai hidup yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.
“Kearifan lokal merupakan nilai, norma, tradisi, seni, serta pengetahuan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kita. Ini harus dijaga dan terus diperkuat,” kata Bustan.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan event berbasis kearifan lokal tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang edukasi, pelestarian budaya, serta penguatan ekonomi masyarakat. Event tersebut diharapkan menjadi wadah promosi potensi daerah, mulai dari seni pertunjukan, kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga adat istiadat yang menjadi ciri khas dan kebanggaan bersama.
Pemprov Kaltara, lanjutnya, dapat belajar dari sejumlah daerah yang berhasil mengangkat potensi budaya melalui festival dan event yang terencana dengan baik, seperti Yogyakarta yang konsisten mempromosikan seni dan budayanya, serta Denpasar yang menjadikan tradisi lokal sebagai daya tarik wisata berkelanjutan. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, pelaku usaha, dan generasi muda.
Melalui sosialisasi ini, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif, baik melalui ide, dukungan tenaga, promosi, maupun keterlibatan langsung dalam kepanitiaan dan pelaksanaan kegiatan.
Bustan berharap, event berbasis kearifan lokal ke depan mampu melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi daerah, meningkatkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya sendiri, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM lokal, serta memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
“Semoga niat baik dan kerja sama kita dalam menyelenggarakan event ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta menjadi langkah nyata dalam menjaga warisan budaya untuk generasi mendatang,” pungkasnya.(**)














Discussion about this post