TARAKAN, Fokusborneo.com – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Supa’ad Hadianto, mempertanyakan rencana pemerintah daerah terkait penyesuaian data kepesertaan BPJS Kesehatan.
Hal itu disampaikan saat Komisi IV DPRD Provinsi Kaltara melakukan kunjungan kerja ke Kantor BPJS Kesehatan Kota Tarakan, Senin (16/3/26).
Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi IV, Syamsuddin Arfah, didampingi anggota komisi Dino Andrian dan Supa’ad Hadianto. Rombongan diterima langsung Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tarakan, Yusef Eka Darmawan bersama jajaran.
Supa’ad meminta pemerintah segera menyerahkan data hasil konsolidasi mengenai jumlah kepesertaan yang rencananya akan dikurangi.
Politisi NasDem menegaskan DPRD memerlukan data yang akurat dan sinkron dengan hasil konsolidasi pemerintah sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Hal ini krusial karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan sektor kesejahteraan masyarakat.
”Kami perlu data itu, jumlah dan rencana pemerintah mau mengurangi itu. Saya minta data yang Bapak miliki itu sesuai hasil konsolidasi dengan pemerintah, tolong diberikan kepada kami,” ujar Supa’ad.
Ia menambahkan persoalan ini nantinya harus dibahas melalui rapat gabungan komisi, mengingat dampaknya yang meluas ke berbagai sektor di bawah naungan seluruh komisi di DPRD.
Langkah kehati-hatian ini diambil lantaran kondisi keuangan Provinsi Kaltara yang sedang mengalami tekanan hebat. Supa’ad secara blak-blakan menyebut kondisi anggaran saat ini dalam keadaan sakit.
Indikator penurunan kemampuan keuangan daerah ini terlihat dari pemangkasan anggaran di sektor pendidikan. Supa’ad mengungkapkan bahwa anggaran beasiswa yang menjadi andalan provinsi mengalami penurunan drastis.
Total pemotongan mencapai Rp15 miliar dari alokasi Rp20 miliar menjadi hanya Rp5 miliar.
DPRD Kaltara berkomitmen untuk mempertajam pembahasan mengenai pengurangan belanja daerah, termasuk kepesertaan BPJS, agar tidak mencederai kesejahteraan masyarakat di tengah keterbatasan fiskal.
”Kami belum bisa menjanjikan sesuatu yang berlebihan karena memang kondisi anggarannya sakit sekali,” tutupnya.(*/mt)
















Discussion about this post