TARAKAN, Fokusborneo.com – Komitmen untuk memperkuat fondasi ekonomi syariah di Kalimantan Utara (Kaltara) kembali ditegaskan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara.
Melalui ajang unggulan bertajuk Kaltara Sharia Festival (KASHAFA) 2026, BI berupaya mengakselerasi ekosistem halal dan digitalisasi keuangan di wilayah perbatasan.
Gelaran ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 24–26 April 2026, yang dipusatkan di Halaman Masjid Islamic Center Tarakan.
Kepala KPwBI Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, menjelaskan KASHAFA bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan strategi besar untuk memperkuat halal value chain.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemberdayaan UMKM dengan sistem keuangan berbasis syariah.
”KASHAFA 2026 adalah manifestasi nyata kami dalam membangun ekosistem ekonomi syariah di Kaltara. Kami ingin memastikan pengembangan sektor halal, penguatan UMKM, hingga digitalisasi pembayaran berjalan beriringan,” ungkap Hasiando, melalui keterangan pers rilisnya, Rabu (21/4/26).
Lebih lanjut, ia menyoroti festival ini dirancang untuk mengubah pola pikir masyarakat mengenai ekonomi syariah agar tidak hanya dipandang sebagai aspek religius, tetapi juga sebagai instrumen ekonomi yang komprehensif.
Sepanjang pelaksanaan acara, pengunjung akan disuguhkan berbagai kegiatan yang memadukan edukasi finansial dan hiburan. Mulai dari seminar investasi, talkshow pembiayaan bagi pelaku usaha, hingga layanan sistem jaminan halal.
Berikut adalah ringkasan agenda utama KASHAFA 2026:
• Jumat (24/4): Pembukaan resmi yang dirangkaikan dengan Seminar Ekonomi Syariah dan Festival Literasi.
• Sabtu (25/4): Fokus pada kemajuan UMKM melalui talkshow pembiayaan syariah serta strategi perencanaan keuangan dan investasi cerdas.
• Minggu (26/4): Demo masak hidangan halal bersama Chef Nick (MCI 11) dan ditutup dengan Tabligh Akbar oleh Ustadz Das’ad Latif.
Salah satu tujuan dalam festival ini adalah dorongan transaksi non-tunai. Panitia menyediakan fasilitas pasar murah yang mewajibkan penggunaan QRIS guna membiasakan masyarakat dengan sistem pembayaran digital yang efisien.
Hasiando berharap, melalui kedekatan masyarakat dengan akses informasi di festival ini, indeks literasi ekonomi syariah di Kaltara dapat meningkat tajam.
”Harapan kami jelas UMKM kita harus naik kelas dan memiliki daya saing global. Kami mengundang seluruh warga Kaltara untuk hadir, karena ini adalah momentum bersama untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan menghadirkan tokoh nasional hingga pakar ekonomi, KASHAFA 2026 diprediksi akan menjadi magnet bagi ribuan warga yang ingin mendalami potensi ekonomi syariah di masa depan.(**)











Discussion about this post