TARAKAN, Fokusborneo.com – Ribuan warga Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, yang sempat panik dan mengungsi ke kawasan dataran tinggi di Kampus Universitas Borneo Tarakan (UBT) kini telah berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing, Senin (8/6/26).
Kepulangan warga ini menyusul adanya imbauan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan dan pihak Pemerintah Kecamatan yang menyatakan kondisi telah aman dan peringatan tsunami
peringatan dini potensi tsunami pasca-gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Sangihe telah berakhir.
Berdasarkan data lapangan, jumlah warga Pantai Amal yang sempat memadati area kampus UBT diperkirakan mencapai ribuan jiwa.
“Untuk pengungsi, kurang lebih ada sekitar hampir 3.000 sampai 4.000 warga Pantai Amal yang mengungsi ke Universitas Borneo Tarakan. Rata-rata mereka berada di area kampus, bahkan ada juga yang mengungsi di lokasi sekretariat-sekretariat MAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam),” sebut Kepala seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Tarakan, Rika Bulan Karolin, S.E., M.M.
Rika Bulan, yang turun langsung ke lapangan mengonfirmasi situasi di salah satu titik pengungsian utama, yaitu masjid di lingkungan Kampus UBT, memang sempat dipenuhi warga yang mengamankan diri akibat kepanikan dari informasi yang beredar
“Kami sudah berada di Borneo (UBT), salah satu tempat masyarakat mengungsi. Memang di masjid penuh sekali. Kami sudah memberi imbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Saat ini warga Kelurahan Pantai Amal sudah mulai berduyung-duyung kembali ke rumah masing-masing setelah adanya arahan langsung dari Kalaksa BPBD,” ujar Rika Bulan.
Senada dengan hal tersebut, Camat Tarakan Timur, Boby Deen Marten, juga turun langsung menggunakan pengeras suara untuk menenangkan ribuan warga tersebut dan meminta mereka untuk kembali ke rumah dengan tertib.
“Warga Kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur, Alhamdulillah apa yang disampaikan oleh BPBD benar adanya bahwa kita saat ini dipersilakan untuk beraktivitas kembali seperti biasa dan pulang ke rumah masing-masing, sambil menunggu dan terus memantau pembaruan informasi resmi. Mari kita berdoa bersama, insyaallah Tarakan dalam keadaan aman,” imbau Bob Marten di hadapan para pengungsi.
Pihak berwenang memastikan seluruh rangkaian peringatan dini telah dinyatakan berakhir dengan aman.
Warga kini telah kembali ke kediaman masing-masing dan diimbau untuk hanya memercayai informasi seputar kebencanaan yang dikeluarkan secara resmi BMKG dan BPBD Kota Tarakan.(*/mt)












Discussion about this post