BALIKPAPAN, Fokusborneo.com. — Perum BULOG kembali mencatatkan tonggak penting dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Untuk pertama kalinya dalam sejarah, stok beras nasional yang dikelola BULOG menembus angka 5 juta ton, mempertegas peran negara dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif dalam memastikan ketersediaan pangan nasional. Hingga Kamis (23/4) pagi, stok beras tercatat mencapai 5.000.198 ton.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Kaltim dan Kaltara, Musazdin Said menyampaikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hari ini mencapai 5 juta ton secara nasional, menjadi bukti keberhasilan swasembada pangan di Indonesia.
“Stok beras di gudang Bulog di seluruh wilayah Indonesia saat ini memang betul mencapai 5 juta ton, dan untuk wilayah Kaltim dan Kaltara sebesar 22.876.837 ton. tersebar di sejumlah wilayah kerja, meliputi Kancab Paser, Kancab Samarinda, Kancab Berau, Kancab Tarakan dan Kancab Bulungan Dan ini juga merupakan stok beras tertinggi ” jelasnya.
Stok beras yang sedemikian tinggi merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang mendukung tercapainya swasembada pangan. Hal ini juga merupakan pencapaian lanjutan dari periode tahun lalu.
Dengan cadangan yang kuat, Bulog tidak hanya berperan sebagai stabilisator, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam ekosistem pangan nasional. Stok ini menjadi instrumen strategis dalam meredam gejolak harga, mengantisipasi kondisi darurat, serta mendukung program-program pemerintah terkait bantuan pangan.
“Beras-beras tersebut saat ini telah menjadi stok yang merata di wilayah Kaltim dan Kaltara, Bulog sebagai operator pemerintah untuk mengelola pangan pokok beras memiliki tugas untuk menyerap gabah langsung dari petani dengan harga Rp 6.500/kg,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Gabah hasil serapan ini kemudian di olah menjadi beras untuk dipergunakan sepenuhnya sesuai penugasan dari Pemerintah dalam program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, program Bantuan Pangan (Banpang) dan juga untuk bantuan Bencana Alam.
“Kami juga terus optimis pencapaian serapan di Kaltim dan Kaltara akan meningkat dibanding tahun lalu. Untuk itu Bulog Kanwil Kaltim dan Kaltara telah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya dengan menambah kapasitas penyimpanan melalui pemanfaatan gudang sewa milik mitra dan swasta,”ungkapnya.
Lebih dari itu, capaian ini menjadi energi baru bagi seluruh insan Bulog untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat peran strategis dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Semangat kolaborasi dengan petani, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan akan terus dijaga dan ditingkatkan.
Perum BULOG Kanwil Kaltim dan Kaltara mencatat realisasi pengadaan sebesar 6.473 ton setara beras dari target 12.253 ton pada 2026.(**)














Discussion about this post