TARAKAN, Fokusborneo.com – Universitas Borneo Tarakan (UBT) menggelar upacara pelantikan dan pengambilan sumpah janji bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di lingkungan UBT.
Prosesi pelantikan ini dipandu langsung Rektor UBT, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., yang berlangsung khidmat di Lantai 4 Gedung Rektorat UBT pada Kamis (18/06/26).
Adapun aparatur yang dilantik kali ini terdiri dari 45 orang PNS meliputi formasi Dosen dan Tenaga Kependidikan serta 1 orang PPPK.
Rektor UBT Prof. Yahya Ahmad Zein memberikan ucapan selamat kepada para abdi negara yang kini status kepangkatannya telah sah 100 persen sebagai PNS.
Rektor sempat berseloroh mengenai perubahan besaran pendapatan yang diterima setelah status “Calon” resmi ditanggalkan.

Berdasarkan hitungan kasat mata, Rektor membeberkan bahwa take home pay untuk dosen PNS baru saat ini berkisar antara Rp6 juta hingga Rp7 juta per bulan karena sudah terakumulasi dengan Tunjangan Kinerja (Tukin). Angka ini jauh meningkat dibanding pengalamannya belasan tahun lalu saat pertama kali diangkat menjadi CPNS dengan gaji Rp800 ribu dan Rp1,1 juta saat beralih ke PNS.
“Artinya sudah ada peningkatan yang cukup lumayan. Jadi kalau di luar ada yang bilang gaji dosen PNS itu di bawah standar, alhamdulillah untuk yang PNS jika dihitung secara keseluruhan itu sudah luar biasa. Belum lagi ditambah insentif penelitian dan pengabdian,” ujar Prof. Yahya.
Kendati kesejahteraan meningkat, Prof. Yahya menegaskan beban dan tanggung jawab yang dipikul juga semakin besar. Secara khusus, ia menyoroti tiga kriteria perilaku dosen yang kerap ditemui di lingkungan perguruan tinggi.
Pertana tipe pengeluh. Dosen yang hanya menggugurkan kewajiban mengajar, namun setelahnya selalu mengeluh kurang dan tidak ada rasa syukur, padahal ruang peningkatan karier dan skema pendanaan Tri Dharma di UBT selalu terbuka lebar setiap tahunnya.
Kedua tipe sampingan. Dosen yang kewajiban utamanya terbengkalai karena sibuk mencari proyek di luar kampus. Tipe ini biasanya datang mengajar ala kadarnya, memberi tugas, lalu pergi meninggalkan kelas.

Ketiga tipe ideal yaitu melaksana Tri Dharma Perguruan. Dosen yang berkomitmen penuh menjalankan tiga pilar perguruan tinggi secara seimbang, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Rektor berharap agar seluruh dosen PNS yang baru dilantik tidak masuk ke dalam kategori pengeluh maupun menjadikan mengajar sebagai pekerjaan sampingan.
”Dosen ini kalau sudah dari tiga Tri Dharma itu ada yang ditinggalkan, maka pasti akan sulit kariernya. Kalau dilaksanakan dengan sepenuh dan sekuat hati, saya kira itu akan menjadi satu trigger bagi rekan-rekan sekalian untuk terus meningkatkan dan mengembangkan diri,” pungkas Rektor.
Dengan pelantikan ini, para aparatur baru diharapkan dapat langsung tancap gas memberikan kontribusi terbaiknya demi kemajuan mutu akademik dan pelayanan di UBT.(*/mt)














Discussion about this post