TARAKAN – Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Kota Tarakan bakal menggelar bursa kerja (Job Fair) mini yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 30 Juli 2026 mendatang. Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula UPT Lembaga Latihan Kerja (LLK) Tarakan.
Kepala Disperinaker Kota Tarakan, Agus Sutanto, menyampaikan bahwa pihak pemerintah daerah sejauh ini telah melayangkan surat undangan ke lebih dari 60 perusahaan untuk berpartisipasi dalam bursa kerja tersebut.
”Untuk kegiatan Job Fair ini di Tarakan, insyaallah akan dilaksanakan tanggal 30 Juli, hari Kamis depan. Memang saat ini teman-teman masih mengumpulkan informasi dari perusahaan-perusahaan. Kita sudah bersurat ke lebih dari 60 perusahaan,” ujar Agus Sutanto saat ditemui, Minggu (26/7/2026).
Agus menjelaskan, target awal untuk Job Fair bernuansa mini ini berkisar antara 5 hingga 10 perusahaan. Namun, lokasi pelaksanaan memiliki kapasitas hingga 15 stan. Apabila pendaftar dari pihak perusahaan membludak, Disperinaker siap memfasilitasi hingga 30 perusahaan dengan memanfaatkan ruang rapat kantor.
Salah satu perusahaan yang sudah dipastikan membuka lowongan kerja adalah PT Matahari Putra Prima (Hypermart) yang akan membuka gerai ritel di Tarakan. Perusahaan tersebut membutuhkan sebanyak 42 tenaga kerja lokal.
”Yang sudah pasti menyampaikan itu dari PT Matahari Putra Prima, membuka Hypermart. Mereka memerlukan 42 tenaga kerja. Seluruh tenaga kerja yang direkrut di Tarakan ini akan mengutamakan tenaga kerja lokal, mulai dari posisi supervisor hingga kasir,” jelasnya.
Untuk lowongan Hypermart tersebut, kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan adalah lulusan S1 untuk semua jurusan.
Selain retail, beberapa sektor bisnis lain juga menyatakan ketertarikannya untuk bergabung, seperti sektor perbankan (Bank Sinarmas), Home Depot, hingga usaha di bidang perikanan (cold storage).
”Untuk cold storage perikanan, biasanya ada lowongan untuk tenaga non-skill seperti pengupas dan pekerja gudang. Pendidikannya di bawah SLTA pun bisa diterima,” tambah Agus.
Sementara untuk sektor perkayuan dan pertambangan, Agus mengakui bahwa kondisi ekonomi global yang belum stabil membuat pihak perusahaan masih bersikap hati-hati dalam membuka rekrutmen baru.
Guna memudahkan para pencari kerja, Disperinaker juga membuka loket pelayanan pembuatan Kartu Kuning (AK-1) langsung di lokasi kegiatan.
”Masyarakat bisa mendaftar melalui link dan barcode yang sudah disediakan, atau datang langsung saat Job Fair dengan melengkapi berkas. Kalau belum punya Kartu Kuning, jangan khawatir, kita buka loket pelayanan di stan. Jika jaringan bagus, prosesnya cuma 15 menit selesai,” terangnya.
Berdasarkan data Disperinaker Kota Tarakan, jumlah pencari kerja terdaftar saat ini sudah mencapai sekitar 800 orang. Dari angka tersebut, proporsi terbesar didominasi oleh lulusan jenjang SLTA/sederajat.
”Pencari kerja terdaftar saat ini ada sekitar 800-an orang. Yang paling banyak adalah lulusan SLTA, porsinya sekitar 50 sampai 60 persen. Kemudian disusul lulusan S1 sekitar 30 persen, dan sisanya 20 persen dari lulusan SMP, SD, dan lainnya,” papar Agus.
Melalui bursa kerja ini, Disperinaker Tarakan menargetkan setidaknya mampu menyerap hingga 500 lowongan pekerjaan bagi masyarakat Kota Tarakan. (**)














Discussion about this post