MALINAU, Fokusborneo.com – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara dipastikan berlangsung pada 10 November 2026 di Kabupaten Malinau. Kepastian tersebut ditetapkan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Kalimantan Utara bersama Wakil Gubernur dan Ketua KONI Kaltara.
Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau sekaligus pengurus Panitia Besar (PB) Porprov, Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., mengatakan keputusan itu memberi kepastian bagi pemerintah kabupaten dan kota, KONI, serta atlet yang telah menjalani persiapan menuju ajang olahraga terbesar di Kalimantan Utara tersebut.
“Rapat koordinasi dipimpin langsung Pak Gubernur, Pak Wakil Gubernur, dan Ketua KONI Kaltara. Dari rapat tadi sudah ditetapkan pelaksanaan Porprov 2026. Kami selaku pengurus PB Porprov mengapresiasi karena ini memberi kepastian kepada kabupaten/kota dan atlet tentang pelaksanaan Porprov. Porprov akan dilaksanakan tanggal 10 November 2026,” ujarnya.
Selain menetapkan jadwal pelaksanaan, rapat juga membahas kesiapan teknis cabang olahraga. Hingga kini, sekitar 50 cabang olahraga direncanakan dipertandingkan, termasuk nomor eksibisi. Namun, baru 34 cabang olahraga yang telah menyerahkan Technical Handbook (THB) sebagai pedoman teknis pelaksanaan pertandingan.
Ernes mengatakan Gubernur bersama KONI Kaltara telah menetapkan batas akhir penyerahan THB pada 10 Agustus 2026. Pengurus provinsi cabang olahraga yang belum menyerahkan dokumen tersebut diminta segera menyelesaikannya agar seluruh nomor pertandingan yang telah direncanakan dapat dipastikan pelaksanaannya.
“Sampai hari ini baru sekitar 34 cabor yang menyampaikan THB. Masih ada belasan cabor yang belum. Tolong nanti didorong agar segera menyampaikan. Kasihan atlet kita yang sudah siap dan berlatih, tetapi cabornya justru tidak dipertandingkan,” katanya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Malinau terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah. Saat ini pembenahan difokuskan pada fasilitas pendukung di venue, seperti penerangan, sistem suara, instalasi kelistrikan, pendingin ruangan, serta beberapa perbaikan ringan.
“Hari ini juga sedang berlangsung Bupati Malinau Cup sebagai bagian dari uji coba venue. Pembenahan yang kami lakukan hanya penerangan, sound system, elektrikal, pendingin ruangan, dan beberapa titik yang perlu diperbaiki. Intinya venue itu sudah siap semua,” tegas Ernes.
Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas olahraga di Malinau dirancang multifungsi sehingga dapat digunakan lebih dari satu cabang olahraga. Untuk cabang bulu tangkis, misalnya, pertandingan dapat memanfaatkan beberapa gedung olahraga yang tersebar di Malinau Utara, Malinau Kota, SMP, Malinau Barat, Mentarang, serta GOR Pemda.
Persiapan juga dilakukan pada sektor akomodasi. Meski jumlah hotel di Malinau masih terbatas, pemerintah daerah menyiapkan alternatif penginapan melalui homestay dan mendorong setiap kontingen segera mengatur kebutuhan akomodasi sebelum pelaksanaan Porprov.
“Homestay yang ada cukup banyak dan bisa dimanfaatkan. Apalagi kontingen dari Nunukan, Tarakan, Bulungan maupun Tana Tidung banyak yang memiliki hubungan kekerabatan di Malinau. Ini bisa dikomunikasikan sehingga kebutuhan tempat menginap dapat terpenuhi,” jelasnya.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan bagi pelaku UMKM serta memperkenalkan sejumlah destinasi wisata, seperti Setulang dan Semolon, yang dapat dikunjungi atlet dan ofisial di sela-sela pertandingan.
Ernes menegaskan Malinau telah menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah sejak tahun lalu dan optimistis seluruh kebutuhan penyelenggaraan Porprov dapat dipenuhi.
“Kita sangat siap. Sejak 9 September 2025 kita sudah mendeklarasikan kesiapan menjadi tuan rumah yang baik bagi Porprov 2026. UMKM kita siap, makanan siap, dan kami siap menyambut seluruh kontingen yang datang ke Malinau,” pungkasnya.(hr)














Discussion about this post