TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Kebakaran melanda kawasan permukiman dan pertokoan di Jalan Jenderal Sudirman, RT 07, Desa Tideng Pale Timur, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Senin (17/8/2026) malam. Api menjalar dari satu bangunan ke bangunan lain hingga membakar rumah, rumah kontrakan, warung, toko sembako, gudang dan toko mebel.
Kepala Pelaksana BPBD Tana Tidung, Didik Darmadi mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 21.20 WITA. Api pertama kali diketahui muncul dari bagian belakang Warung Arema sebelum menjalar ke bangunan yang berada di sekitarnya.
“Informasi awal yang kami terima, api muncul dari belakang Warung Arema. Dari situ kemudian menjalar ke toko kelontong, gudang, toko mebel dan rumah kontrakan,” kata Didik, Selasa (18/8/2026).
Petugas tiba sekitar pukul 21.25 WITA. Penanganan dilakukan bersama sejumlah unsur, yakni BPBD, PMK, KPH, Yonif, Polsek, Satpol PP, Koramil serta warga.
Tiga unit mobil pemadam PMK dan dua unit mobil pemadam Yonif dikerahkan ke lokasi. Armada tersebut diperkuat mobil suplai dari BPBD, KPH, PDAM dan warga untuk memenuhi kebutuhan air selama proses pemadaman.
“Dari PMK ada tiga unit, kemudian Yonif mengerahkan dua unit. Untuk suplai air juga ada bantuan dari BPBD, KPH, PDAM dan masyarakat,” ujarnya.
Cepatnya api menjalar dipengaruhi kondisi bangunan yang sebagian besar berbahan kayu dan semi permanen. Kawasan yang terbakar juga merupakan area dengan bangunan yang berdiri cukup berdekatan.
“Untuk sementara yang kami data kurang lebih ada 20 bangunan yang terdampak. Ini masih data sementara karena pendataan di lapangan masih berjalan,” kata Didik.
Bangunan yang terdampak terdiri dari rumah tinggal, rumah kos atau kontrakan, warung makan, toko sembako, gudang dan toko mebel. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 100 meter.
Hingga Selasa pagi, BPBD belum menerima laporan korban meninggal dunia maupun luka-luka. Sementara jumlah warga yang harus mengungsi masih didata petugas.
“Untuk korban jiwa sementara nihil. Kalau warga yang mengungsi, kami masih melakukan pendataan dan pendampingan karena ada warga yang tempat tinggalnya terdampak,” ujarnya.
Penanganan setelah kebakaran juga mulai diarahkan pada pemenuhan kebutuhan warga. BPBD mencatat makanan, air minum, selimut dan pakaian sebagai kebutuhan mendesak yang diperlukan warga terdampak.
Selain kebutuhan dasar, obat-obatan dan tenaga medis juga diperlukan. Pendampingan psikososial atau trauma healing disiapkan untuk membantu warga yang mengalami tekanan setelah kejadian.
“Yang dibutuhkan sementara makanan, air minum, selimut dan pakaian. Untuk medis juga perlu obat-obatan dan tenaga medis, kemudian pendampingan psikososial bagi warga,” kata Didik.
BPBD juga mendorong segera dibentuk posko pengungsian dan posko pengaduan. Keberadaan posko diperlukan untuk memudahkan pendataan warga serta distribusi bantuan.
Besaran kerugian materi akibat kebakaran belum dapat dihitung. Petugas masih melakukan verifikasi terhadap bangunan dan barang yang terbakar.
Sementara itu, penyebab kebakaran juga belum diketahui. BPBD menyerahkan proses penyelidikan sumber api kepada pihak yang berwenang.
“Kalau penyebabnya kami belum tahu. Masih dalam penanganan dan pendataan, jadi belum bisa menyimpulkan dari mana sumber apinya,” ungkap Didik.
Hingga Selasa pagi, kondisi di lokasi masih dalam penanganan. Akses jalan dilaporkan masih lancar, sedangkan pendataan dampak kebakaran terus dilakukan.
“Sekarang kami masih fokus mendata warga dan bangunan yang terdampak, sekaligus melihat kebutuhan yang paling mendesak. Penanganan akan terus dilakukan sampai kondisi di lapangan benar-benar aman,” pungkasnya. (*/hr)















Discussion about this post