TARAKAN, Fokusborneo.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan mengapresiasi dan mendukung penuh langkah strategis yang digagas BPJS Ketenagakerjaan dalam upaya pemberdayaan ekonomi dan kemandirian para penerima manfaat (Peka). Langkah ini dinilai sangat tepat untuk memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat pascamenerima jaminan/manfaat.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tarakan dalam acara bertajuk “Bangkit Merajut Kemandirian Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan” yang dilaksanakan di Restoran Royal Crown Kota Tarakan, Selasa (18/8/26).
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPJS Ketenagakerjaan Regional Kalimantan, Kepala Cabang Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Tarakan, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta perwakilan perbankan.
Wali Kota Tarakan menyoroti peran penting sektor informal dan UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Kota Tarakan.
Ia memaparkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Tarakan sebagian besar ditunjang oleh sektor informal (mencapai 93%), dengan mayoritas tenaga kerja (83%) bergerak di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bahkan, PDRB Tarakan menyumbang hingga hampir 40% bagi PDRB Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
”Sektor UMKM di Tarakan berkembang sangat pesat. Jika pada awal saya menjabat di tahun 2019 lalu data UMKM terdaftar sekitar 7.000, kini jumlahnya telah melonjak pesat hingga lebih dari 28.000 pelaku UMKM,” papar Wali Kota.
Wali Kota menceritakan bagaimana dinamika pemulihan ekonomi terjadi sejak pandemi COVID-19 pada tahun 2020 lalu. Banyaknya pekerja sektor formal yang terdampak mendorong peran kaum perempuan dan ibu-ibu untuk bangkit bergerak di sektor UMKM.
Melalui berbagai program pelatihan mulai dari pembuatan amplang, olahan sambal khas, hingga batik lokal Tarakan ekonomi kreatif warga terus digelorakan.
”Bahkan produk unggulan UMKM kita seperti sambal lokal kini sudah berhasil tembus ke pasar internasional seperti Malaysia hingga Hong Kong. Begitu pula dengan Batik Tarakan yang kini perajinnya tumbuh pesat dan produknya telah digunakan oleh berbagai instansi,” tambahnya.
Kendati demikian, Wali Kota menegaskan kunci utama dari keberhasilan pemberdayaan ini tidak hanya berhenti pada pelatihan keterampilan saja, melainkan keberlanjutan pasar, digitalisasi, serta akses permodalan.
Pemerintah Kota Tarakan sendiri terus berupaya memfasilitasi pemasaran digital, pelatihan pengambilan foto produk, hingga merancang program permodalan seperti dana bergulir tanpa bunga untuk memutus lingkaran setan kendala jaminan kredit bagi pelaku usaha kecil.
Wali Kota menyambut baik program yang digagas BPJS Ketenagakerjaan tersebut. Menurutnya, manfaat santunan sebesar apa pun (seperti Rp40 juta) dapat habis dalam hitungan bulan jika tidak dikelola menjadi usaha yang produktif.
”Program pemberdayaan ini sangat bagus. Selain kita melatih para penerima manfaat dan pelaku UMKM, tugas kita bersama termasuk instansi dan perbankan.adalah memfasilitasi permodalan dan menjadi pembeli dari produk-produk lokal mereka. Dengan begitu, kemandirian dan kesejahteraan yang berkelanjutan benar-benar dapat terwujud,” tutupnya.(**)














Discussion about this post