BULUNGAN, Fokusborneo.com – Gelaran Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026 menjadi momentum krusial bagi Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara (Kaltara) dalam mengakselerasi pelaku UMKM lokal agar makin berdaya saing.
Tidak hanya didorong untuk naik kelas lewat penguatan kapasitas dan digitalisasi, ajang tahunan ke-7 ini difokuskan memfasilitasi produk unggulan Benuanta agar mampu menembus pasar internasional (go global).
Rangkaian acara yang berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 di Kebun Raya Bundayati, Kabupaten Bulungan ini, mengusung tema “Kreasi Benuanta Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi Masa Depan”.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltara, Agus Taufik, menegaskan KKB bukan sekadar pameran produk rutin, melainkan jembatan bagi produk-produk lokal agar dapat bersaing di tingkat nasional hingga global.
Di tengah kemeriahan acara, ia juga menyampaikan empati mendalam atas berbagai bencana alam yang tengah menimpa beberapa wilayah di Indonesia.
Upaya mendorong UMKM Kaltara menembus pasar internasional sudah membuahkan hasil konkret.
“Melalui skema business matching ekspor yang memertemukan pelaku usaha lokal dengan para pembeli (buyer) dari Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam, tercipta kesepakatan bisnis bernilai hampir Rp3 miliar untuk sembilan UMKM terbaik,” ujarnya.
Tiga produk lokal berhasil mencatatkan transaksi fantastis yaitu Cultya (Produk Cokelat khas Bulungan) mencapai Rp1,13 Miliar, Umbrella Craft (Produk Handmade dari Malinau) Rp472 Juta dan The Baloy (Bandeng Cabut Duri dari Tarakan) sampai Rp466 Juta.
Selain itu, sebanyak 30 UMKM Kaltara telah tuntas mengikuti program inkubasi onboarding digital berbasis Artificial Intelligence (AI).
“Karya wastra lokal pun semakin diakui di tingkat nasional. Batik Yabus (Bulungan) dan Batik Busak Ufuy (Malinau) sukses melenggang di ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta setelah lolos proses kurasi ketat,” bebernya.
Presepsi positif dari generasi muda juga dibuktikan Lismawati, siswi SMK 1 Bulungan, yang meraih Juara 2 Modest Fashion Design pada Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) KTI 2026 di NTB.
Selama empat hari pelaksanaan, KKB 2026 menyajikan tiga agenda utama diantaranya KKB Fair/Expo yang ikuti 60 UMKM binaan se-Kaltara, pasar murah gabungan (OPD & Bulog), pameran Museum Bank Indonesia yang didatangkan langsung dari Jakarta, edukasi digitalisasi QRIS dan Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, layanan SLIK OJK, aksi donor darah, hingga festival kuliner yang melibatkan 80 UMKM lokal.
Selain itu, ada KKB Forum dimana BI memberikan pelatihan literasi keuangan bagi 100 UMKM, fashion design class untuk 5 tim pelajar SMA/SMK, serta pelatihan diversifikasi pangan dan demo masak.
Terakhir, KKB Competition yaitu lomba olahan pangan lokal, desain fashion tingkat pelajar, yel-yel Pramuka, karya jurnalistik, hingga kompetisi content creator.
Kemeriahan KKB 2026 makin lengkap dengan kehadiran bintang tamu nasional seperti Pamungkas, Nona, serta Nanaku (D’Academy) talenta muda asli Bulungan yang kini sukses menembus panggung nasional.
Agus Taufik mengajak seluruh masyarakat Kaltara untuk memadati lokasi dan membeli produk-produk lokal.
“Setiap produk lokal yang kita beli adalah dukungan nyata bagi keberlanjutan usaha, pembukaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara,” tutupnya.(Hr/Mt)












Discussion about this post