• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Ekonomi

Geliat UMKM Ikan Kering Tipis: Cara Siti Halijah Menggerakkan Ekonomi Pesisir Tarakan

by Redaksi
27/08/2026
in Ekonomi
A A

Salah Satu Pekerja Kelompok Nelayan Berkah Setara di Juata Laut Sedang Menjemur Ikan Kering Tipis untuk Dikeringkan. Foto: fokusborneo.com

TARAKAN – Di ujung utara Pulau Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, tepatnya di pesisir Kelurahan Juata Laut, desir angin laut dan terik matahari menjadi saksi bisu geliat usaha pengolahan hasil perikanan yang tak pernah padam.

Dari balik kesederhanaan kawasan pesisir ini, lembaran ikan kering tipis khas Tarakan diproduksi secara berkelanjutan. Komoditas lokal bernilai tinggi ini tak hanya merawat tradisi bahari secara turun-temurun, tetapi juga menjadi simpul penting penggerak roda ekonomi warga, pembuka lapangan kerja, hingga penguat daya saing UMKM Kaltara di pasar regional, nasional hingga internasional.

Baca Juga

Dari Rumah Kayu Sederhana Menuju Sampul Wastra BI, Asa Tenun D’Utan Merawat Budaya dan Dapur Harian

Produk UMKM Binaan BI Balikpapan Curi Perhatian Tokoh Nasional di KKI 2026

Gebyar KADIN Expo 2K26 Resmi Dibuka, Dorong UMKM Bulungan Naik Kelas

39 Peserta Ikuti Balap Speedboat, UMKM Ikut ‘Kecipratan’ Manfaat Ekonomi

Perjalanan usaha pengolahan perikanan tangkap khususnya ikan kering tipis, ikan asin, ebi, dan daging ikan yang dijalankan Siti Halijah (40) bersama Kelompok Nelayan Berkah Setara bukanlah kisah instan.

Akar usaha yang berlokasi di Jalan Kurau RT 15, Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara ini telah tertanam kuat sejak tahun 2014, meneruskan jejak almarhum kedua orang tuanya yang sejak kecil telah menggantungkan hidup di sektor perikanan.

“Kalau dibilang ide, ya tak ada ide khusus. Kami mulai dari kecil karena orang tua nelayan dan ibu memang berkecimpung di usaha perikanan. Setelah orang tua meninggal, ya kami yang meneruskan,” ujar Siti Halijah, Senin (24/8/2026).

Kini, rantai pasok berputar di rumah tangganya sendiri. Sang suami yang sehari-hari melaut menjadi pemasok utama bahan baku, dengan fokus pada ikan Pepija atau Nomei komoditas perikanan khas Tarakan bertekstur lembut dan kaya rasa.

Meski berspesialisasi pada ikan Pepija, suami Siti melaut menyesuaikan musim panen yang biasanya berlangsung meruah mulai pertengahan tahun hingga mendekati akhir tahun, lalu menyusut pada bulan Desember hingga awal tahun.

Selain mengolah tangkapan suami, Siti juga menampung hasil laut dari nelayan sekitar dengan harga sekitar Rp100.000 per kilogram bahan mentah. Namun, ia menyoroti dilema klasik yang kerap menjepit nasib nelayan pesisir. Posisi tawar nelayan kerap lemah akibat permainan harga oleh pengumpul besar (tengkulak) saat pasokan melimpah.

“Secara logika nelayan bisa kaya karena tangkapan banyak. Tapi kenyataannya sulit karena saat ikan melimpah, pengumpul besar langsung menurunkan harga semau mereka. Mau tidak dijual, barang cepat busuk karena sifatnya perishable. Nelayan sering mengeluh karena hasil penjualan tak menutup operasional solar. Yang mengambil keuntungan utuh itu pedagang besar atau toko-toko di atas,” ungkap Siti terus terang.

Mengolah ikan Pepija menjadi ikan kering tipis yang renyah bak kerupuk membutuhkan keterampilan teknis serta kesabaran ekstra. Pembelahan dilakukan secara manual menggunakan pisau tajam untuk membuang bagian kepala dan membelah daging ikan menjadi tipis memanjang tanpa merusaknya.

Karena sudah terbiasa, para pekerja tak lagi menemui kesulitan teknis saat membelah.

Namun, urutan waktu penjemuran memegang peranan vital. Ikan segar yang tiba di siang atau sore hari harus segera diberi es (diais) dan dicuci bersih. Setelah dibelah dan dicuci kembali, lembaran ikan wajib diberi es lagi dan didiamkan selama satu malam.

“Ikan tidak bisa langsung dijemur begitu selesai dibelah di sore hari, nanti malah rusak. Harus didiamkan di es semalaman, baru besok paginya dijemur saat ada terik matahari,” jelas Siti.

Lembaran tipis transparan tersebut kemudian ditata di atas wadah penjemuran berbahan rajutan bambu atau jaring kayu ukuran 1×2 meter. Puluhan penjemuran itu berjejer di lokasi penjemuran di atas laut seluas 10×20 meter.

Di bawah terik matahari, proses penjemuran memakan waktu 1 hingga 1,5 hari untuk mencapai tingkat kekeringan 80 hingga 100 persen. Penyusutan bobot bahan baku sangat tinggi, di mana 11 kilogram ikan Pepija basah hanya menghasilkan 1 kilogram ikan kering tipis atau asio 11:1.

Tantangan utama operasional bersumber dari cuaca dan fasilitas penampungan pascapanen. Cuaca hujan atau mendung membuat penjemuran tertunda dan berisiko merusak kualitas ikan. Di sisi lain, kapasitas mesin pendingin (freezer) milik usaha Siti sangat terbatas.

“Kapasitas freezer kami di sini paling banyak hanya mampu menampung 200 kilogram. Kalau pas panen melimpah sampai 1 ton, kami kesulitan karena belum ada fasilitas ruangan pendingin (cold room) yang besar,” tambahnya.

Meski diperhadapkan pada keterbatasan modal dan tantangan pascapanen, Siti memiliki prinsip pengelolaan keuangan usaha yang disiplin. Berbekal omset bersih rata-rata Rp5 juta hingga Rp8 juta per bulan, ibu dua anak ini secara bertahap dan konsisten menyisihkan setiap keuntungan yang diraih untuk diputar kembali sebagai modal pengembangan usaha.

Semangat mandiri ini dibuktikannya dengan terus membenahi infrastruktur produksi secara perlahan. Dari uang yang disisihkan, Siti mampu membeli tambahan peralatan operasional seperti mesin pendingin (freezer), membangun tempat penjemuran baru, dan mendirikan kios usaha mandiri sebagai sarana penjualan produk olahannya secara langsung.

“Setiap bulan rata-rata bersih Rp5 juta, kalau ramai bisa sampai Rp8 juta. Hasilnya kami sisihkan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan memperbanyak peralatan seperti tempat penjemuran dan freezer, serta membangun kios tempat berjualan supaya usaha ini bisa berkembang dan tidak begini-begini terus,” tutur Siti penuh optimisme.

Keberadaan Kelompok Nelayan Berkah Setara memberikan dampak sosial-ekonomi langsung bagi masyarakat pesisir Juata Laut. Siti mempekerjakan 10 hingga 11 warga sekitar, yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga dan warga perantau.

Sistem kerja dilakukan berbasis volume olahan sekitar 2 kali dalam sebulan atau 1 minggu kerja penuh. Saat musim panen tiba, bahan baku yang masuk bisa mencapai 10 hingga 30 basket (keranjang) per hari atau setara 40 kg basah per basket. Upah pekerja dihitung berdasarkan banyaknya ikan yang diolah.

Saat panen raya, pekerja bisa mengantongi upah Rp1.000.000 per orang dalam seminggu, sementara saat ikan sepi, upah berada di kisaran Rp500.000 per minggu.

Untuk menjaga keberlanjutan usaha di luar musim ikan Pepija, Siti melakukan diversifikasi usaha dengan mengolah daging ikan giling (surimi) dari jenis ikan bulan-bulan dan bandeng hasil budidaya tambak. Daging giling ini dijual seharga Rp50.000 per kilogram dan mencatatkan lonjakan permintaan jelang hari raya Idulfitri.

Inovasi Kemaasan Produk Ikan Kering Tipis Ukuran 100 Gram Brand Juwataku Milik Kelompok Nelayan Berkah Setara. Foto: fokusborneo.com

Siti juga sempat berinovasi membuat varian ikan tipis bumbu dendeng, namun produksinya kini disesuaikan dengan pesanan khusus (by order) akibat fluktuasi harga bumbu dapur.

Perjalanan membangun merek produk eceran pun melewati proses eksperimen pasar. Untuk keluar dari ketergantungan penjualan kiloan, Siti sempat berinovasi membuat kemasan kotak ukuran 200 gram dengan merek Juwataku seharga Rp40.000. Namun, varian kemasan kotak ini kurang diminati oleh pembeli.

Tak patah semangat, Siti mengubah strategi dengan meluncurkan kemasan plastik 100 gram seharga Rp20.000 dengan merek yang sama. Inovasi penyesuaian porsi dan harga ini terbukti jitu hingga produknya laku keras di pasaran.

Saat lonjakan pesanan terjadi, Siti sempat kewalahan karena proses pengemasan masih dilakukan secara manual. Kendala tersebut akhirnya teratasi berkat bantuan mesin pres kemasan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Utara.

“Dulu saya ngepres manual saja. Pas pihak BI melihat kami kebanjiran pesanan, mereka langsung memberikan bantuan mesin pres,” ungkapnya.

Dalam hal pemasaran, Siti mengombinasikan penjualan grosir kiloan ke Balikpapan, Samarinda, dan Bontang dengan kemasan eceran. Terkait penjualan digital secara mandiri melalui marketplace atau media sosial, Siti mengakui masih menghadapi tantangan nyata.

Tingginya kesibukan menangani proses produksi harian serta kendala tingginya ongkos kirim (ongkir) dari Tarakan ke luar daerah membuat pemasaran online mandiri belum dapat dikelola secara optimal.

Kendati demikian, potensi pasar digital tetap mengalir melalui skema kemitraan. Produk ikan tipis kemasan Juwataku berhasil menembus pasar Tawau, Malaysia lewat peran perantara mitra lokal (seperti Rika, anggota Bhayangkari) yang aktif memanfaatkan jaringan pemasaran online.

Melalui kombinasi penjualan grosir dan jaringan kemitraan ini, produk kemasan plastik 100 gram milik Siti pernah mencatatkan rekor penjualan hingga 700 sampai 1.000 bungkus saat momen pameran UMKM.

Mengenai perizinan, produk Juwataku telah mengantongi izin P-IRT dan Sertifikasi Halal. Namun untuk ekspor secara mandiri dan langsung saat ini belum bisa dilakukan meski produksinya ikan kering tipis ini sudah sampai Malaysia. Saat ini Siti masih terus memproses penyiapan dokumen sertifikasi kelayakan ekspor yang dipersyaratkan.

“Sebenarnya sudah sampai Tawau, Malaysia produk saya, tapi belum bisa ekspor langsung, masih titip atau sampai di Nunukan baru ada yang bawa ke Malaysia,” sambungnya.

Pekerja: Ibu Neni dan Rekannya Sedang Membelah Ikan Pepija Sebelum Dijemur Menjadi Iakn Kering Tipis. Foto: fokusborneo.com

Dampak nyata dari hadirnya Kelompok Nelayan Berkah Setara dirasakan langsung oleh para pekerja lokal. Salah satu pekerja, Neni (34), mengaku telah tiga tahun menggantungkan sumber penghidupan di tempat Siti Halijah.

Sebelumnya, Neni hanya seorang ibu rumah tangga biasa tanpa penghasilan mandiri. Pekerjaan memotong dan menjemur ikan kini memberikan kepastian finansial untuk menopang ekonomi keluarga di samping penghasilan suaminya yang bekerja di tambak. Bahkan, berkat lapangan kerja ini, sepupu laki-lakinya pun ikut bergabung menjadi pekerja.

“Nyaman dan betah kerja di sini. Sangat membantu ekonomi keluarga dan suami yang bekerja di tambak,” tutur Neni.

Dengan sistem pengupahan berbasis volume olahan, Neni bisa mengantongi penghasilan Rp500.000 hingga Rp1.000.000 per minggu. Pada saat puncak musim panen ikan, pendapatannya bahkan mampu menembus angka Rp3.000.000 hingga Rp4.000.000 per bulan.

Kehadiran usaha ini membuktikan bahwa UMKM olahan perikanan tak sekadar mengejar keuntungan finansial pemiliknya, tetapi menjadi tumpuan kesejahteraan sosial warga di RT 15 Juata Laut.

Strategi Pemkot Tarakan Tingkatkan UMKM Naik Kelas

Dukungan terhadap keberlanjutan sektor perikanan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Tarakan, Jumanto. Berdasarkan data per Januari 2026, jumlah UMKM di Kota Tarakan telah mencapai 34.699 unit yang bergerak di sektor kuliner, jasa, kerajinan, hingga olahan laut dan pertanian.

UMKM di Kota Tatakan terus tumbuh, dan menjadi salah satu sektor penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Jumanto menegaskan, Pemkot Tarakan mendukung penuh eksistensi UMKM olahan hasil laut seperti ikan kering tipis ini melalui pelatihan pengemasan, pengurusan sertifikasi halal gratis, dan fasilitasi pemasaran online bekerja sama dengan stakeholder terkait.

Selain itu, pemerintah daerah mendorong pelaku usaha memanfaatkan platform digital pengadaan pemerintah seperti INA-Proc sebelumnya e-Katalog.

“Secara kacamata dinas, produk ikan tipis ini sangat baik. Kami terus mendampingi legalitas usaha seperti PT Perorangan dan NIB agar UMKM mampu menembus pasar digital pengadaan barang dan jasa pemerintah,” tegas Jumanto.

UMKM Memiliki Peran Strategis Dalam Pertumbuhan Ekonomi 

Direktur Politeknik Bisnis Kaltara, Dr. Ana Sriekaningsih menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi yang sangat vital dan strategis sebagai pilar utama pertumbuhan serta stabilitas ekonomi daerah.

Sebagai penyumbang unit usaha terbesar berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), UMKM terbukti menjadi penggerak utama roda ekonomi harian masyarakat lokal sekaligus penyerap tenaga kerja terbesar di Kaltara.

“UMKM sangat strategis dan vital bagi stabilitas serta pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara. Selama ini ekonomi Kaltara banyak ditopang oleh sektor komoditas dan pertambangan. Kehadiran UMKM hadir sebagai diversifikasi ekonomi, menjadi pilar penyeimbang yang menjaga stabilitas ekonomi kerakyatan,” ujar Dr. Ana.

​Keberadaan UMKM terbukti memberikan dampak positif yang nyata dalam membuka lapangan kerja di berbagai sektor. Mulai dari industri kuliner dan maraknya gerai kopi di Tarakan sehingga dijuluki ‘Kota Seribu Kafe’, lalu, sktor kerajinan batik dan rotan, hingga menjamurnya usaha jasa seperti laundry, transportasi, dan penginapan, semuanya menyerap banyak tenaga kerja lokal serta menopang ekonomi keluarga.

​Khusus untuk komoditas ikan kering tipis, Dr. Ana optimistis bahwa produk olahan ini memiliki keunggulan komparatif yang sangat tinggi karena menjadi identitas kuliner khas yang hanya dimiliki oleh Tarakan.

​”Ikan kering tipis ini adalah kebanggaan daerah dan potensi unggulan yang luar biasa karena menjadi ciri khas unik Kota Tarakan. Ini adalah aset ekonomi lokal yang sangat prospektif untuk terus dikembangkan,” ungkapnya.

​Untuk memaksimalkan potensi besar tersebut, Dr. Ana mendorong adanya penguatan variasi olahan dan modernisasi produk agar memiliki nilai tambah (added value) yang lebih tinggi di mata konsumen modern.

​Ia juga menyambut positif sinergi yang telah terbangun antara Bank Indonesia (BI) Kaltara dan Pemerintah Daerah dalam mendukung ekosistem UMKM secara luas mulai dari bantuan peralatan, perizinan, hingga digitalisasi.

​”Dukungan dari BI Kaltara dan Pemda sudah sangat luar biasa dalam membina berbagai sektor UMKM. Ke depan, ini menjadi kesempatan emas bagi para pelaku UMKM ikan tipis untuk semakin kreatif menciptakan variasi olahan baru,” sarannya.

Dr. Ana menegaksan dengan kolaborasi antara inovasi pelaku usaha dan pendampingan berkelanjutan dari pemerintah serta BI, produk ikan tipis khas Tarakan tentu bisa naik kelas dan makin berjaya di pasar yang lebih luas,” tutup Dr. Ana. (**)

Reporter: Ari Yanto

Tags: #umkm #ekonomi #pesisir #ikan pepija #kaltara #BI Kaltara

Berita Lainnya

Dari Rumah Kayu Sederhana Menuju Sampul Wastra BI, Asa Tenun D’Utan Merawat Budaya dan Dapur Harian
Ekonomi

Dari Rumah Kayu Sederhana Menuju Sampul Wastra BI, Asa Tenun D’Utan Merawat Budaya dan Dapur Harian

26 Agustus 2026 22:49
Produk UMKM Binaan BI Balikpapan Curi Perhatian Tokoh Nasional di KKI 2026
Ekonomi

Produk UMKM Binaan BI Balikpapan Curi Perhatian Tokoh Nasional di KKI 2026

26 Agustus 2026 19:24
Daerah

Gebyar KADIN Expo 2K26 Resmi Dibuka, Dorong UMKM Bulungan Naik Kelas

24 Agustus 2026 12:27
39 Peserta Ikuti Balap Speedboat, UMKM Ikut ‘Kecipratan’ Manfaat Ekonomi
Daerah

39 Peserta Ikuti Balap Speedboat, UMKM Ikut ‘Kecipratan’ Manfaat Ekonomi

24 Agustus 2026 06:45
Daerah

PTMB Ingatkan Pelanggan: Waspadai Pencurian Water Meter dan Petugas Gadungan

22 Agustus 2026 11:24
Sinergi BI Mendorong UMKM Kaltara Tembus Pasar Global
Ekonomi

Sinergi BI Mendorong UMKM Kaltara Tembus Pasar Global

21 Agustus 2026 18:58

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Siswa Tarakan Harumkan Kaltara di O2SN Nasional, Disdik Beri Apresiasi

    Siswa Tarakan Harumkan Kaltara di O2SN Nasional, Disdik Beri Apresiasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cegah Bahaya Kebakaran Batubara, Wali Kota Tarakan Tutup Sementara Jalan Pantai Amal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soliditas TNI–Polri Jaga Perbatasan RI–Malaysia, Kapolda Kaltara Sambangi Satgas Pamtas Yonarmed 4/Parahyangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Petugas Gabungan Tertibkan Aktivitas Judi Sabung Ayam di Juata Laut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Suara, DPRD Tarakan dan Ormas Bersatu Tolak LGBT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Geliat UMKM Ikan Kering Tipis: Cara Siti Halijah Menggerakkan Ekonomi Pesisir Tarakan

27 Agustus 2026 00:55
Dari Rumah Kayu Sederhana Menuju Sampul Wastra BI, Asa Tenun D’Utan Merawat Budaya dan Dapur Harian

Dari Rumah Kayu Sederhana Menuju Sampul Wastra BI, Asa Tenun D’Utan Merawat Budaya dan Dapur Harian

26 Agustus 2026 22:49
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP