TARAKAN, Fokusborneo.com – Kinerja intermediasi perbankan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada Triwulan III-2026 mencatatkan kondisi yang sangat solid.
Penyediaan pinjaman atau pembiayaan kredit di daerah ini tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ketersediaan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perbankan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara, Agus Taufik, menyampaikan bahwa tingginya penyaluran kredit ini menunjukkan optimisme dan kontribusi nyata sektor perbankan dalam mendorong roda ekonomi daerah.
”Loan to Deposit Ratio (LDR) kita berada di angka yang cukup tinggi. Ini artinya lending atau penyaluran kredit kita jauh lebih tinggi dibandingkan ketersediaan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang ada di Kaltara,” ujar Agus Taufik saat pertemuan dengan media di Restoran Bintang, Kota Tarakan, Rabu (2/9/26).
Secara rinci, Agus menjelaskan pergerakan DPK di satu sisi mengalami kecenderungan penurunan (kontraksi) sebesar -6,42% (yoy), yang dipengaruhi oleh penurunan komponen giro.
Namun di sisi lain, kinerja penyaluran kredit justru tumbuh sangat pesat mencapai 55,30% secara tahunan (yoy) pada Triwulan III-2026.
Pendorong utama melejitnya perbankan dalam menyalurkan pembiayaan ini ditopang oleh kredit investasi.
“Kredit investasi kita tumbuh sangat tinggi hingga 91,00% (yoy). Dalam konteks ekonomi, ini merupakan sinyal yang sangat bagus karena peran intermediasi perbankan berjalan optimum untuk mendorong pembangunan di daerah,” tambahnya.
Selain pertumbuhan penyaluran kredit yang pesat, kualitas kredit perbankan di Kaltara juga tetap terjaga aman dan sehat. Risiko kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat sangat rendah, yakni berada di angka 0,65%.
“NPL kita hanya 0,65%. Artinya, rasio kredit menunggak atau macet dibandingkan total kredit yang disalurkan oleh teman-teman perbankan berada di level yang sangat rendah dan sangat terjaga,” jelas Agus.
Secara keseluruhan, pertumbuhan total aset perbankan di Provinsi Kalimantan Utara pada Triwulan III-2026 tercatat tetap kuat dengan pertumbuhan mencapai 17,68% (yoy).
Kinerja positif ini diharapkan terus mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kaltara yang inklusif serta berkelanjutan.(*/mt)














Discussion about this post