BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) terus mempercepat pemulihan distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kota Balikpapan setelah gangguan operasional akibat padamnya pasokan listrik dari PLN ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) KM 8.
Wilayah yang masih terdampak proses pemulihan meliputi Karang Rejo, Gunung Guntur, Adpel Sumber Rejo, Sungai Ampal, Gunung Kawi, Bonto Bolaeng, Gunung Rambutan, serta kawasan sekitarnya di Balikpapan Tengah.
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, menjelaskan distribusi air belum sepenuhnya normal karena sistem produksi di IPA KM 8 masih dalam tahap penyesuaian kapasitas. Sebelumnya, instalasi tersebut sempat dua kali menghentikan produksi akibat gangguan pasokan listrik.
“Proses pemulihan distribusi memang membutuhkan waktu. Setelah instalasi kembali beroperasi, aliran air harus dinormalkan secara bertahap hingga tekanan di jaringan kembali stabil. Karena itu, sebagian wilayah masih mengalami gangguan distribusi,” ujar Yudhi, Jumat (3/7/2026).
Ia menerangkan, pemulihan tidak hanya bergantung pada kembali beroperasinya IPA KM 8, tetapi juga pada kestabilan jaringan distribusi. Sejumlah fasilitas penunjang, seperti Booster Gunung Rambutan, Bonto Bolaeng, dan Sungai Ampal, belum dapat beroperasi secara optimal karena masih menunggu debit dan tekanan air di jaringan utama mencapai kondisi yang aman.
Menurut Yudhi, pengoperasian pompa booster harus dilakukan dengan mempertimbangkan kestabilan sistem distribusi. Langkah tersebut diperlukan agar proses pemulihan di satu wilayah tidak menimbulkan gangguan baru di kawasan pelayanan lainnya.
PTMB saat ini menyiagakan tim teknis untuk memantau perkembangan di lapangan. Pemeriksaan dilakukan secara berkala terhadap tekanan air, kapasitas produksi, dan kondisi jaringan distribusi guna mempercepat normalisasi layanan.
“Kami terus mengoptimalkan seluruh sistem yang ada agar distribusi air dapat kembali normal secepat mungkin. Begitu tekanan air di jaringan utama sudah stabil, pompa-pompa booster akan segera dioperasikan sehingga suplai ke kawasan yang berada di elevasi lebih tinggi dapat kembali mengalir secara maksimal,” katanya.
Selama proses pemulihan berlangsung, PTMB mengimbau pelanggan untuk menggunakan air secara bijaksana dan menyesuaikan kebutuhan sehari-hari dengan ketersediaan air. Normalisasi distribusi dilakukan secara bertahap hingga tekanan air kembali merata di seluruh jaringan pelayanan.
PTMB juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak gangguan tersebut. Perusahaan memastikan percepatan pemulihan menjadi prioritas agar kebutuhan air bersih masyarakat kembali terpenuhi.
“Kami memahami aktivitas masyarakat sangat bergantung pada ketersediaan air bersih. Karena itu, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan pengertian seluruh pelanggan selama proses pemulihan berlangsung,” tutup Yudhi.(**)














Discussion about this post