TIDENG PALE, Fokusborneo.com – Penurunan kemampuan keuangan daerah membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung harus menghitung lebih cermat pembiayaan keikutsertaan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) 2026. Kendati demikian, pemerintah daerah tetap mengupayakan keberangkatan ratusan atlet agar bisa berkompetisi di Kabupaten Malinau.
Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali mengatakan, sebanyak 374 atlet bersama 100 ofisial akan mewakili daerah pada kompetisi yang berlangsung 10–22 November 2026. Kontingen tersebut mengikuti 26 cabang olahraga (cabor) reguler dan satu cabor eksibisi. Mereka dilepas secara resmi di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tana Tidung, Senin (2/11/2026).
“Persiapan menuju Porprov kali ini memang membutuhkan perhitungan anggaran yang cukup ketat. Namun, kami tetap berusaha memberikan kesempatan kepada atlet untuk bertanding. Pemerintah daerah menyiapkan sekitar Rp1 miliar agar seluruh kebutuhan keberangkatan kontingen bisa terpenuhi,” kata Ibrahim.
Besaran anggaran tersebut berbeda dari pembiayaan pada Porprov 2022. Kala itu, Pemkab Tana Tidung masih memiliki ruang fiskal lebih besar dengan alokasi sekitar Rp1,6 miliar melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), di luar pemberian bonus kepada atlet berprestasi.
Perubahan kondisi keuangan daerah turut mempengaruhi kemampuan pemerintah dalam membiayai kegiatan olahraga. APBD yang sebelumnya berada pada kisaran Rp1,2 triliun hingga Rp1,3 triliun kini mengalami penurunan sehingga sejumlah kebutuhan harus disesuaikan dengan kapasitas anggaran.
Ibrahim menjelaskan, perubahan waktu pelaksanaan Porprov turut membuka peluang bagi Tana Tidung untuk tetap mengirimkan atlet. Apabila kompetisi berlangsung pada Juli atau Agustus sesuai perkiraan awal, pemerintah daerah diperkirakan kesulitan menyediakan pembiayaan melalui APBD murni.
“Jadwal yang bergeser ke November memberikan kesempatan bagi kami untuk mengatur pembiayaan melalui APBD Perubahan. Kalau waktunya tetap pada pertengahan tahun, dengan kondisi keuangan seperti sekarang, kemungkinan keberangkatan kontingen akan sangat sulit diwujudkan,” bebernya.
Pemkab Tana Tidung juga berusaha memperluas sumber pembiayaan dengan melibatkan pihak swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP). Namun, dukungan yang berhasil diperoleh belum mencapai jumlah sesuai harapan sehingga anggaran pemerintah daerah masih menjadi penopang utama.
Di luar persoalan pembiayaan, Ibrahim meminta para atlet memanfaatkan kesempatan Porprov untuk menunjukkan perkembangan kemampuan setelah menjalani persiapan dan pemusatan latihan atau training center (TC). Ia memilih tidak memberikan tekanan berupa target medali tertentu kepada kontingen.
“Seluruh atlet sudah menjalani latihan dan persiapan. Sekarang kesempatan kalian membuktikan hasil dari proses itu. Saya tidak meminta target yang muluk-muluk, tetapi setiap atlet harus menunjukkan kemampuan terbaik ketika berhadapan dengan peserta dari kabupaten dan kota lain,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan kontingen menjaga kedisiplinan, kondisi fisik, serta sportivitas selama mengikuti pertandingan. Keberangkatan ke Malinau diharapkan tidak sekadar menjadi partisipasi, tetapi juga kesempatan mengukur kemampuan atlet Tana Tidung dalam persaingan olahraga tingkat provinsi.
Mengenai penghargaan, Ibrahim menyebut pemerintah daerah tetap menyiapkan upaya pemberian bonus bagi atlet yang berhasil meraih prestasi. Hanya saja, penyalurannya belum dapat dilakukan pada tahun ini dan direncanakan masuk pada 2027 dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah.
“Untuk bonus, pemerintah tetap akan mengusahakannya. Kami menjadwalkan pemberian pada 2027 agar bisa disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Setiap atlet yang sudah berjuang tentu layak memperoleh penghargaan, terutama mereka yang berhasil membawa pulang prestasi untuk Tana Tidung,” tegasnya.
Ia meminta para atlet tetap menjaga semangat hingga seluruh rangkaian kompetisi berakhir. Menurutnya, perjuangan kontingen di Malinau membawa harapan masyarakat Tana Tidung terhadap perkembangan olahraga daerah.
“Jangan berhenti meningkatkan kemampuan dan tetap jaga semangat sampai pertandingan selesai. Tunjukkan hasil terbaik kalian di lapangan. Kalian membawa nama Tana Tidung dan masyarakat tentu menantikan prestasi dari para atlet yang berangkat kali ini,” tandasnya. (*)















Discussion about this post